Prabowo Prediksi Sampah RI Over Kapasitas di 2028, Siapkan Proyek Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa persoalan sampah yang harus segera diatasi. Pasalnya, penampungan sampah nasional diperkirakan akan mencapai over kapasitasnya di tahun 2028.
"Sampah ini jadi masalah, diproyeksi hampir titik sampah akan over capacity di 2028 bahkan lebih cepat," kata Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).
Oleh sebab itu guna mengatasi hal tersebut, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) atau program Waste to Energy. Proyek ini rencananya akan dibangun di 34 titik pada kabupaten/kota.
Ia pun menargetkan proyek PLTS ini mulai berjalan secara bertahap dalam dua tahun ke depan, menuju target operasional penuh pada tahun 2027. Sebanyak 34 proyek PLTSa ini digadang-gadang memiliki investasi mencapai US$3,5 miliar.
"Penyelesaian masalah sampah kita butuh kerja sama pemerintah pusat pemerintah daerah, tapi kita tidak boleh menunggu karena itu, bila perlu, demi kepentingan rakyat pemerintah pusat yang akan memimpin saudara-saudara sekalian," katanya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) banyak dilirik oleh sejumlah investor dari sejumlah negara.
Menurut dia, pihaknya bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara saat ini tengah melakukan identifikasi mitra teknologi untuk memastikan proyek tersebut berjalan efisien. Setidaknya ada tiga negara yang tertarik untuk terlibat dalam proyek PLTSa ini.
"Untuk mitra teknologi PLTSa, kita kan juga sudah melakukan identifikasi. Jadi untuk identifikasi yang kita lakukan, ini berdasarkan vendor teknologi. Ini ada dari Jepang, itu ada dari Eropa, dan juga dari China," kata Yuliot ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (7/11/2025).
Yuliot menjelaskan pemilihan mitra akan mempertimbangkan teknologi yang mampu menghasilkan energi paling efisien. Selain itu, memiliki mekanisme kerja sama yang memungkinkan listrik dari PLTSa diserap oleh PLN sebagai offtaker.
(ven/luc)