MARKET DATA

Pemerintah Tak Kasih Subsidi, Respons Bos Motor Listrik di Luar Dugaan

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
02 February 2026 11:45
Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa)
Foto: Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri sepeda motor listrik dipastikan tidak akan mendapatkan subsidi pada tahun ini. Pemerintah memilih memfokuskan ruang fiskal untuk prioritas lain dan lebih memilih untuk mengajukan insentif bagi kendaraan listrik roda empat.

Kondisi tersebut membuat pelaku industri kembali menghadapi skema pasar murni tanpa dukungan anggaran negara. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mengatakan, keputusan tersebut sebenarnya sudah mulai terkonfirmasi dari komunikasi internal pemerintah, meski belum disampaikan secara resmi ke industri.

Meski begitu, Aismoli menilai absennya subsidi bukan hal baru bagi industri motor listrik. Pengalaman tahun 2025 lalu menunjukkan pasar tetap mampu bergerak tanpa bantuan pemerintah.

Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa)Foto: Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa)
Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa)

"Kalau memang tidak ada insentif, ya tidak apa-apa. Tahun lalu tanpa subsidi kita masih bisa menjual sekitar 55 ribu unit," kata Budi kepada CNBC Indonesia, Senin (2/2/2026).

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa permintaan tidak sepenuhnya bergantung pada subsidi. Meski demikian, ia mengakui bahwa angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencatat penjualan sekitar 77 ribu unit seiring adanya skema bantuan pemerintah.

"Tahun 2024 memang lebih tinggi karena ada subsidi. Tapi tanpa insentif pun industri masih bisa jalan," ujarnya.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kata Menperin, Subsidi Motor Listrik Bakal Sampai 2026-Ini Bocorannya


Most Popular
Features