Foto Internasional

Potret Armada Penghancur AS Mendekat ke Arab, Siap Hantam Iran?

Reuters, CNBC Indonesia
Senin, 02/02/2026 05:00 WIB

Angkatan Laut AS memiliki enam kapal perusak, satu kapal induk, dan tiga kapal tempur yang berada pada pesisir di wilayah tersebut.

1/5 Sebuah kapal penghancur milik militer AS berlabuh di pelabuhan kota Eilat, Israel Selatan, Minggu (1/2/2026). (REUTERS/Doron Berti)

Sebuah kapal penghancur milik militer AS yang berlabuh di pelabuhan kota Eilat, Israel Selatan pada Minggu (1/2/2026), bermanuver ke Laut Merah di tengah ketegangan antara Washington dan Iran yang tetap tinggi meskipun telah dilakukan pembicaraan. (REUTERS/Doron Berti)

2/5 Sebuah kapal penghancur milik militer AS berlabuh di pelabuhan kota Eilat, Israel Selatan, Minggu (1/2/2026). (REUTERS/Doron Berti)

Angkatan Laut AS saat ini memiliki enam kapal perusak, satu kapal induk, dan tiga kapal tempur yang berada pada pesisir di wilayah tersebut. (Tangkapan Layar Video/REUTERS)

3/5 Sebuah kapal penghancur milik militer AS berlabuh di pelabuhan kota Eilat, Israel Selatan, Minggu (1/2/2026). (REUTERS/Doron Berti)

Dikutip dari Reuters, Ynet Israel mengatakan bahwa kedatangan kapal perusak di pelabuhan selatan di Teluk Aqaba, dekat perbatasan Israel dengan Mesir dan Yordania, telah direncanakan sebelumnya dan merupakan bagian dari kerja sama yang sedang berlangsung antara militer AS dan Israel.. (Tangkapan Layar Video/REUTERS)

4/5 Sebuah kapal penghancur milik militer AS berlabuh di pelabuhan kota Eilat, Israel Selatan, Minggu (1/2/2026). (REUTERS/Doron Berti)

Pengerahan di Eilat terjadi ketika AS meningkatkan kehadiran angkatan lautnya di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump berulang kali mengancam Iran dengan intervensi jika Iran tidak menyetujui kesepakatan nuklir atau gagal menghentikan pembunuhan para demonstran. (Tangkapan Layar Video/REUTERS)

5/5 Sebuah kapal penghancur milik militer AS berlabuh di pelabuhan kota Eilat, Israel Selatan, Minggu (1/2/2026). (REUTERS/Doron Berti)

rump mengatakan bahwa Iran 'benar-benar berbicara' dengan AS, sementara Teheran memperingatkan akan adanya konflik regional jika AS menyerang Iran. (REUTERS/Doron Berti)