Internasional

Pakistan Mencekam, Pemberontakan Menggila-Mayat Berserakan

Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 01/02/2026 08:00 WIB
Foto: Serangan bom bunuh diri yang menargetkan bus sekolah menewaskan lima orang di Balochistan, Pakistan. (Tangkapan Layar. Reuters TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi di Pakistan kian mencekam. Bentrok antara pasukan keamanan dan kelompok militen menyebabkan korban tewas berjatuhan. Pada Sabtu (31/1) waktu setempat, dilaporkan 67 militan tewas dalam insiden kekerasan.

Bentrokan antara pasukan keamanan dan kelompok militan terjadi di beberapa provinsi Balochistan bagian barat daya, menurut keterangan empat pejabat keamanan kepada Reuters, dikutip Minggu (1/22026).


Sekitar 10 petugas kepolisian dan keamanan, serta 11 warga sipil juga tewas selama serangan militan yang terorganisir tersebut, kata para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim. Tak cuma itu, 24 petugas polisi terluka.

Sayap media militer tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, dalam sebuah pernyataan, mengutuk serangan kelompok militan dan memuji pasukan keamanan karena berhasil memukul mundur mereka. Disebutkan bahwa petugas keamanan berhasil membunuh puluhan militan.

Serangan itu terjadi sehari setelah militer Pakistan mengatakan telah membunuh 41 militan dalam serangan terpisah di Balochistan. Wilayah tersebut berbatasan dengan Iran dan Afghanistan. Pemberontakan separatis telah terjadi di wilayah tersebut selama beberapa dekade.

Kelompok separatis yang disebut Tentara Pembebasan Baloch (BLA), mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu (31/1). BLA mengatakan mereka melancarkan serangan tersebut secara bersamaan di seluruh provinsi. BLA mengatakan telah membunuh 84 personel keamanan Pakistan.

Para pejabat keamanan mengatakan orang-orang bersenjata melancarkan serangan di beberapa daerah perkotaan, termasuk ibu kota provinsi Quetta dan kota pelabuhan Gwadar, yang memicu operasi oleh tentara, polisi, dan unit antiteror.

Rumah sakit ditempatkan dalam kondisi darurat di beberapa distrik, kata para pejabat.

Pekerja Migran Jadi Sasaran Pemberontakan

Di Gwadar, militan menyerang sebuah kamp yang menampung pekerja migran, menewaskan 11 orang, kata Atta-ur-Rehman, seorang perwira polisi senior, merevisi jumlah korban tewas sebelumnya yang berjumlah lima orang. Korban tewas termasuk lima pria, tiga wanita, dan tiga anak-anak.

Pasukan keamanan disebut telah menewaskan enam militan di Gwadar setelah menanggapi serangan tersebut, katanya.

Para pejabat mengatakan situasinya kritis di Noshki, sebuah distrik di Balochistan, setelah militan menculik administrator sipil tertinggi di daerah tersebut. Ia mengatakan dalam sebuah video di media sosial bahwa ia berada dalam tahanan para militan.

Reuters tidak dapat memverifikasi video tersebut secara independen.

Sekelompok pria bersenjata sempat memblokir jalan di beberapa bagian Quetta dan sebuah ledakan terdengar di dekat area keamanan, kata pihak berwenang, meskipun mereka kemudian mengatakan situasi telah terkendali.

Para pejabat keamanan mengatakan dalam pesan teks bahwa pasukan telah merespons serangan tersebut secara efektif dan operasi pembersihan masih berlangsung.

Balochistan adalah provinsi terbesar tetapi termiskin di Pakistan dan telah menghadapi pemberontakan selama beberapa dekade oleh kelompok militan etnis Baloch. Pakistan mengatakan kekerasan tersebut didukung aktor asing, tuduhan yang dibantah oleh India.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ngeri! Korban Tewas Perang Rusia-Ukraina Tembus 2 Juta Orang