MARKET DATA

Kapal Kandas di Batam, Muatan Limbah Minyak Beracun Tumpah ke Laut

Redaksi,  CNBC Indonesia
01 February 2026 07:00
Kuli angkut limbah tumpahan minyak di Perairan Karawang (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Kuli angkut limbah tumpahan minyak di Perairan Karawang (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kapal yang mengangkut limbah minyak hitam kandas di perairan Pulau Dongas, Batau, Kepulauan Riau, pada Kamis (29/1). Limbah minyak hitam tersebut mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang sebagian tumpah ke laut. 

Dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (1/2/2026), Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, menyampaikan kapal tersebut kandas dalam posisi miring dan menyebabkan sebagian muatan limbah B3 tumpah ke laut.

Adapun kokasi kandasnya kapal tidak jauh dari dermaga Pos SAR Batam di kawasan Sekupang. Informasi kejadian diterima Basarnas dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam dan Pangkalan PLP Tanjung Uban.

Setelah menerima laporan, personel Basarnas Tanjungpinang yang berada di Batam berkoordinasi dengan instansi terkait. Enam Anak Buah Kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri karena posisi kapal yang kandas sudah mendekati Pulau Tangga Seribu.

Menurut hasil asesmen di lokasi, petugas menemukan adanya tumpahan limbah. Fazzli mengatakan kapal tersebut mengangkut 230 jumbo bag yang diperkirakan bermuatan ratusan ton limbah minyak hitam B3 dari Kapal Tanker MT Nave Universe.

Hingga kini, penanganan tumpahan limbah masih dilakukan oleh petugas gabungan di lapangan. Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, mengatakan pihaknya masih fokus mengupayakan penanganan agar tumpahan limbah tidak meluas. Ia belum dapat memastikan perizinan kapal yang mengangkut limbah tersebut.

Dalam penanganan kejadian tersebut, KSOP Khusus Batam mengerahkan unsur kapal patroli dan didukung kapal dari Pangkalan Pengawasan Laut dan Pelayaran (PLP) Tanjung Uban, yakni Kapal KN Sarotama dan Kapal KN Rantos.

>> Berita Selengkapnya di CNN Indonesia

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Geramnya RI, Limbah Beracun-Berbahaya Masuk Batam Dibuang Balik ke AS


Most Popular
Features