MARKET DATA

Dulu Ada Rohana dan Rojali, Mal RI Kini Diserbu Rocadoh

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
31 January 2026 18:30
Pengunjung mengamati produk yang dijual di salah satu Mal di kawasan Semanggi, Jakarta, Selasa (2/9/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat perbelanjaan atau mal kini mempunyai fenomena unik baru yakni rombongan cari jodoh (rocadoh), menambah daftar fenomena unik lainnya yang ada sebelumnya yakni rombongan jarang beli (rojali) dan rombongan hanya nanya (rohana).

Rocadoh merupakan pengunjung yang datang ke mal bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga menjadi ajang untuk mencari pasangan.

Belum lama ini, beberapa mal mengadakan kegiatan yang unik dan belum pernah terjadi di Indonesia. Kegiatan tersebut yakni ajang cari jodoh. Bahkan kini, sudah ada gerai jasa cari jodoh di salah satu mal di Jakarta Utara.

Ajang cari jodoh tersebut yakni Cindo Match, sebuah jasa cari jodoh yang kini bahkan sudah memiliki gerai di Mall Of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pada awalnya, jasa cari jodoh tersebut hanya diperuntukan khusus etnis Tionghoa-Indonesia atau Cindo, tetapi karena minatnya meningkat, akhirnya pengelola jasa cari jodoh tersebut mulai melirik masyarakat non-Cindo.

"Awalnya buat Cindo aja ya, tapi setelah melihat adanya potensi minat dari non-Cindo cukup tinggi, akhirnya kami mencoba untuk masyarakat yang lain," kata pengelola Cindo Match saat ditemui CNBC Indonesia, Selasa lalu (27/1/2026).

Berkat gerai jasa tersebut yang membuat peminatnya kian bertambah, akhirnya pengelola pun mulai inisiatif untuk menggelar kegiatan cari jodoh di mal lain. Hal inilah yang memunculkan fenomena rocadoh.

Adapun kegiatan ajang cari jodoh tersebut sempat di gelar di dua mal berbeda, yakni di Pakuwon City Mall, Surabaya Jawa Timur pada 22-23 November 2025 dan di Green Sedayu Mall, Cengkareng, Jakarta Barat pada 24-25 Januari 2026.

"Selain gerai di MOI, kami juga sudah pernah menggelar event cari jodoh di Pakuwon City Mall dan Green Sedayu Mall," jelas pengelola.

Antusias pengunjung ajang cari jodoh ini pun cukup banyak dan turut membantu meningkatkan okupansi mal saat kegiatan tersebut berlangsung.

Pengunjung mengamati produk yang dijual di salah satu Mal di kawasan Semanggi, Jakarta, Selasa (2/9/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pengunjung mengamati produk yang dijual di salah satu Mal di kawasan Semanggi, Jakarta, Selasa (2/9/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Bos pengusaha mal buka suara, jadi hal yang lumrah di mal

Ajang cari jodoh di mal menjadi salah satu cara unik pengelola mal untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda untuk pelanggannya.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari beberapa program yang diselenggarakan oleh mal dan komunitas tertentu.

"Acara tersebut merupakan salah satu dari berbagai program kegiatan ataupun aktivitas yang diselenggarakan oleh pusat perbelanjaan, termasuk diantaranya berbagai acara yang terkait antara lain seperti edukasi, kebudayaan, musik, hiburan, hobby, sosial dan lain sebagainya," kata Alphonzus Widjaja saat dihubungi CNBC Indonesia.

Karena mal menjadi salah satu fasilitas publik yang memiliki fungsi strategis, oleh karena itu, banyak dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan acara ataupun aktivitas.

Bagi mal, kegiatan-kegiatan termasuk pencarian jodoh tentunya tak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman yang menarik bagi para pengunjungnya.

"Penyelenggaraan berbagai kegiatan acara ataupun aktivitas tersebut tidak hanya untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat baik secara individu maupun komunitas, tetapi juga dapat memberikan pengalaman atau experience yang unik ataupun khusus bagi para pengunjung," lanjutnya.

Selain itu, dengan adanya kegiatan tertentu di mal, hal ini dapat meningkatkan kunjungan ke mal dan yang paling utama untuk meningkatkan penjualan, terutama tenant-tenant yang ada di mal.

"Bisa juga dapat meningkatkan kunjungan ke mal dan meningkatkan penjualan tenant-tenant yang ada di mal," jelasnya.

Alphonzus pun menegaskan adanya kegiatan di mal bukan hanya semata-mata untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga berdampak lainnya.

"Pada dasarnya, kegiatan di mal berdampak positif ke mal dan masyarakat, dari pihak mal diuntungkan karena okupansi dan penjualan meningkat, sedangkan dari sisi pelanggan, mendapat pengalaman yang baru dan tentunya kebutuhan terpenuhi," terangnya.

(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sempat Tutup Efek Demo, Mal Atrium Senen Persiapan Buka Lagi Besok


Most Popular
Features