MARKET DATA

Antam Baru Bisa Penuhi 40%-50% Permintaan Emas Masyarakat

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
30 January 2026 21:05
Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk, Handi Sutanto menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk, Handi Sutanto menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengakui bahwa perusahaan baru mampu memenuhi separuh dari permintaan emas masyarakat.

Direktur Komersial Antam Handi Sutanto menyebut, penyediaan pasokan logam mulia perusahaan terhadap permintaan konsumen lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dia mengatakan, per Januari 2026 ini Antam bisa memasok 40%-50% dari permintaan masyarakat.

"Saya rasa kita saat ini baru take off lebih baik dari tahun lalu, tapi per Januari saya rasa kita baru sekitar 40-50% bisa memenuhi permintaan masyarakat," ungkap Handi dalam acara Gold Outlook 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

"Tapi di tengah kondisi saat ini, mungkin hari ini baru sekitar 30% dari yang bisa masyarakat minta," tambahnya.

Ketimpangan antara pasokan dan permintaan tersebut terlihat jelas dari data trafik kunjungan ke situs antrean resmi Antam. Handi membeberkan bahwa dalam hitungan jam saja, jutaan pengguna berusaha mengakses layanan tersebut, meskipun sebagian besar teridentifikasi sebagai mesin otomatis atau bot.

"Sebagai contoh, kita ambil case 29 Januari. Pada rentang pukul 6 pagi sampai 11.30, user yang hit web antrian adalah 3,6 juta user. 50% bot. Jadi itulah kenapa kita bekerja keras untuk kaya gini, kemarin jastip ke online ada bot. Kita pakai semacam antivirusnya untuk melawan bot. Jadi dari 3,6 juta, sisa 1,8 juta yang kita bisa duga user beneran," paparnya.

Dari jutaan pengguna yang mencoba masuk, hanya sebagian kecil yang berhasil mendapatkan slot antrean dan membeli emas. Hal itu dinilai menunjukkan betapa besar ketidakseimbangan antara kapasitas pasokan logam mulia harian dengan animo masyarakat yang sedang terkena demam emas.

"Nah dari angka 1,8 juta (pelanggan) yang bisa kemudian login dan bisa mendapatkan barang kurang lebih adalah seribu. Seribu dari 1,8 juta," ujarnya.

"Andai 1,8 juta tersebut beli 1 gram saja, artinya 1,8 ton. Padahal dalam hari normal, sehari itu mungkin sekitar 200 sampai 250 kilo," tandasnya.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Harga Emas Cetak Rekor, Antam Tembus Rp2,1 Juta Per Gram


Most Popular
Features