02:50
Video: Tabungan Emas 17,7 Juta Ton,Pegadaian Ekspansi Ke Deposito Emas
Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia menyelenggarakan Gold Outlook 2026 dengan tema "Membangun Ekosistem Emas Nasional untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 8%" pada Jumat, 30 Januari 2026 untuk membedah masa depan emas dan ekosistemnya di tanah air, serta bagaimana kontribusinya pada perekonomian Indonesia.
Dalam Gold Outlook 2026 Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan menyebutkan pengembangan Bullion Bank ditujukan untuk memaksimalkan peran cadangan emas mendorong ekonomi nasional. Hal ini dilaksanakan melalui penguatan regulasi, perizinan, pengaturan perpajakan dan pada 2026 diharapkan bisa mengakselerasi pemanfaatan cadangan emas 1.800 ton emas di masyarakat sekaligus memperdalam pengembangan produk bullion bisa masuk ke pasar modal hingga layanan keuangan lainnya.
Dari sisi regulator, Direktur Pengembangan Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan LJK Lainnya OJK, Hari Gamawan memastikan upaya OJK memperkuat sinergi produk emas dalam ekosistem emas baik simpanan maupun penitipan emas hingga ETF emas dan perdagangan emas mendorong transaksi dan aktivitas ekonomi RI.
Sementara di Pegadaian, Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan memastikan komitmen Pegadaian sebagai Bullion Bank dengan produk deposito emas, tabungan emas yang mencapai 17,7 Juta Ton. Ke depan Pegadaian akan mengembangkan produk bullion lewat tabungan emas digital dan menyediakan ATM emas serta mengembangkan layanan pembiayaan modal kerja emas.
Dari sisi Bappepti, Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya menyebutkan perdagangan emas fisik mengalami perkembangan pesat seiring dengan lonjakan harga emas dan meningkatnya layanan transaksi emas melalui e-Commerce dengan nilai transaksi 2024 tembus Rp 58,29 Triliun naik hingga Rp 118,93 Triliun atau naik 114% dengan volume 60,2 ton,.
Sementara Direktur Sales & Distribution PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Anton Sukarna mengungkapkan strategi BSI mengembangkan perdagangan emas syariah di Indonesia. Pada 2025, BSI mencatatkan pertumbuhan jumlah penjualan dan NoA (Number of Account) saat pembentukan Bullion Bank, dimana BSI memiliki 3 produk simpanan, BSI emas digital, BSI Gold dan ATM Emas dan siap mengeluarkan produk pembiayaan emas/modal kerja emas di 2026. BSI juga menjamin ketersediaan/penguasaan fisik emas BSI dalam setiap transaksi Bullion sehingga dipastikan sesuai syariah.
Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan dengan Direktur Pengembangan Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan LJK Lainnya OJK, Hari Gamawan serta Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya dan Direktur Komersial PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), Handi Sutanto dengan Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan dan Direktur Sales & Distribution PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), Anton Sukarna dalam Gold Outlook 2026, CNBC Indonesia (Jum'at, 30/01/2026)