MARKET DATA
Gold Outlook 2026

Pabrik Emas Batangan Freeport Hasilkan 33 Ton di 2025

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
30 January 2026 16:21
Senior Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia, Harry Pancasakti menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Senior Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia, Harry Pancasakti menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat produksi 33 ton emas sepanjang 2025. Selain itu, PTFI mencatat produksi emas batangan mencapai 16 ton, akibat gangguan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

Senior Vice President (SVP) Goverment Relation PTFI, Harry Pancasakti mengatakan saat ini perusahaan telah melakukan pemulihan dari tambang GBC, yang akan kembali beroperasi di akhir kuartal I-2026.

"Kita bisa produksi yang kita jual ke domestik semuanya sekitar 26 ton. Kuncinya mitigasi tambang GBC diharapkan 2027-2029 kita bisa (produksi) emas berada di kisaran 40 ton per tahun," ujar dalam Gold Outlook 2026, CNBC Indonesia, Jumat (30/2026).

Ke depannya PTFI juga akan bekerja sama dengan Antam untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Sebelumnya, dalam laporan resmi Freeport McMoRan (FCX) memproyeksikan selain emas, penjualan tembaga konsolidasi dari PTFI diperkirakan akan menyentuh angka 0,9 miliar pon pada tahun ini. Angka proyeksi tersebut tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun 2025 yang mencapai 1,2 miliar pon tembaga dan 1,1 juta ons emas.

Tahun ini, volume produksi tembaga dan emas diprediksi akan lebih tinggi daripada volume penjualannya. Hal tersebut karena adanya mekanisme penahanan persediaan (inventory) di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) milik PTFI yang menyebabkan sebagian hasil produksi belum bisa langsung dibukukan sebagai penjualan.

"Untuk tahun 2026, volume produksi tembaga dan emas diperkirakan akan melebihi volume penjualan, mencerminkan penundaan sekitar 100 juta pon tembaga dan 100 ribu ons emas yang terkait dengan persediaan yang disimpan di operasi peleburan PTFI," tulis laporan tersebut.

(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Freeport Umumkan Kondisi Force Majeure di Tambang Grasberg Papua


Most Popular
Features