Gold Outlook 2026

Freeport Targetkan Jual 26 Ton Emas Batangan ke Domestik di 2026

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Jumat, 30/01/2026 15:59 WIB
Foto: Senior Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia, Harry Pancasakti menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan bisa menjual sebanyak 26 ton emas batangan ke domestik pada tahun 2026. Atas hal itu, diharapkan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) bisa beroperasi kembali pada kuartal 1-2026 ini pasca terjadinya longsorongan.

Senior Vice President (SVP) Goverment Relation PTFI, Harry Pancasakti menyampaikan, bahwa sejatinya sebelum terhadinya longsor di tambang GBC, Freeport mengoperasikan tiga tambang bahwah tanah. Nah dengan hanya mengoperasikan dua tambang bawah tanah kapasitas produksi konsentrat tembaga Freeport hanya 30%.

"Insya Allah akhir kuartal 1-2026, secara parsial mengoperasikan tambang GBC sehingga mulai akhir Kuartal 1-2026 sampai akhir Desember 2026 poduksi naik tapi belum bisa naik dari kapasitas," ungkap Harry Panca dalam Gold Outlook 2026, CNBC Indonesia, Jumat (30/1/2026).


Dalam catatannya, karena kejadian longsoran di tambang GBC, pada tahun 2025 PTFI hanya mampu memproduksi emas sekitar 16 ton emas batangan. Nah, di tahun 2026 ini akan ada peningkatan di mana produksi emas batangan yang akan dijual ke domestik sekitar 26 ton.

"2026 ramped up tambang GBC, kita bisa produksi yang kita jual ke domestik semuanya sekitar 26 ton ya. Kalau dibandingkan 50-60 ton kita average di atas kapasitas normal, kuncinya mitigasi tambang GBC diharapkan 2027, 2028, 2029 kita kembali emas berada di kisaran 40 ton per tahun,"

"Untuk 2026 ya 26 ton ini kita optimis bis diserap domestik ke depannya juga kerja sama Antam sampai 30 ton bisa suplai kebutuhan lain dan saya pikir kebutuhan domestik lain akan muncul," jelas Harry Panca


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Cara Hilirisasi Emas & Bullion Bank Dukung Target Ekonomi 8%