Pedagang dan Pemerintah Sepakat Harga Daging Sapi Dikunci Segini
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah dan pedagang daging sapi sepakat menetapkan harga timbang hidup sapi di tingkat penggemukan atau feedlot sebesar Rp55.000 per kg. Kesepakatan ini membuat aksi mogok pedagang yang sempat terjadi hanya berlangsung satu hari.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (DPP JAPPDI), Asnawi, mengatakan aksi mogok dihentikan karena pemerintah langsung merespons dan memberikan solusi.
"Iya, karena kan sudah direspons. Kalau nggak direspon lanjut, jadi tiga hari. Kalau nggak ada respons, tambah lagi dua hari," ujar Asnawi kepada CNBC Indonesia, Jumat (30/1/2026).
"Karena pemerintah sudah langsung respon, ya sudah cukup satu hari," sambungnya.
Ia menjelaskan, inti kesepakatan antara pedagang dan pemerintah adalah penguncian harga timbang sapi hidup di feedlot.
"Bahwa harga ditetapkan, tidak ada lagi kenaikan pada posisi harga tertinggi di Rp55.000 per kg (di feedlot). Kan sudah itu ditetapkan. Dan tidak ada lagi kenaikan pasca penetapan itu sampai Hari Raya Idul Fitri," ucap dia.
Asnawi menegaskan, Rp55.000 per kg tersebut merupakan harga dasar sapi hidup di kandang feedlot dan belum termasuk rentetan biaya operasional.
"Jadi kalau Rp55.000 per kg itu, itu modal dasar belinya sapi di feedlot. belum ada nilai tambah dari rentetan biaya operasional, mulai dari transportasi, akomodasi, pakan, hingga sewa kandang," jelasnya.
Setelah seluruh biaya operasional diperhitungkan, modal pedagang daging rata-rata mencapai Rp129.973 atau dibulatkan Rp130.000 per kg.
"Harga daging itu teman-teman punya modal sudah Rp129.973 atau dibulatkan Rp130.000 per kg. Itu modal," ungkap dia.
Dengan adanya penguncian harga timbang sapi hidup di Rp55.000 per kg, pedagang berharap harga daging sapi di pasar tetap stabil hingga Lebaran.
"Jadi konsumen terima harga daging rata-rata beli di pasar itu, di posisi harga hanya berkisar Rp135.000-Rp140.000 per kg tertinggi. Kayaknya nggak ada itu Rp140.000, rata-rata Rp135.000 per kg," pungkas Asnawi.
(wur)