BBM Baru RI B50 Disiapkan, Uji Jalan Sudah Tembus 18.000 Km
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan uji jalan atau road test penggunaan bahan bakar biodiesel dengan campuran 50% minyak kelapa sawit (B50) sudah mencapai 18.000 kilometer (KM). Hal itu khususnya pada sektor otomotif.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi membeberkan pemerintah akan segera melakukan peninjauan hasil uji jalan tersebut dalam waktu dekat.
"(Uji jalan) 18.000 KM, otomotif aja tapi nanti kita masih review bulan inilah minggu-minggu depan review," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Jumat (30/1/2026).
Kelak, uji jalan B50 pada sektor kendaraan berat akan dilakukan untuk memperluas cakupan implementasi pada sektor industri dan tambang. Pemerintah juga sudah mengirimkan produk B50 ke Kalimantan untuk diuji pada sektor tersebut.
"Road test juga baru otomotif, minggu ini baru mulai tambang, tambang baru mulai, sudah dikirim ke Kalimantan bahannya terus baru mulai diuji coba di dump car yang gede-gede," tambahnya.
Meski uji coba B50 terus berjalan, sepanjang tahun ini alokasi volume penyaluran bahan bakar nabati (BBN) masih dipatok pada level B40. Penerapan B50 secara komersial masih akan menyesuaikan dengan hasil evaluasi dan dinamika kebijakan lanjutan, sehingga belum bisa dipastikan untuk berlaku penuh dalam waktu dekat.
"Kalau ada perubahan disesuaikan gitu aja. Tahun ini alokasi volume masih B40, masih B40," tutupnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan pemerintah tengah mempersiapkan rencana penerapan B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
"Jadi, kita mengharapkan B50 tahun 2026 itu bisa diimplementasikan. Ya berarti kalau B50, ketergantungan kita terhadap energi fosil itu kan bisa dikurangi," ujar Yuliot di Jakarta, dikutip Selasa (13/1/2025).
Yuliot menilai penerapan B50 akan berdampak positif terhadap pengembangan energi bersih dan lingkungan sekitar. Hal ini juga sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk mencapai net zero emission.
"Justru ini menjadi lebih baik ke depan. Ini bagian kita juga untuk pencapaian net zero emission," ujarnya.
Menurut dia, saat ini pemerintah masih melakukan assessment untuk memastikan ketersediaan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebagai bahan baku biodiesel.
Terlebih, kebutuhan FAME untuk penerapan B45 diproyeksikan sekitar 17 juta kilo liter, sementara untuk kebutuhan B50 akan meningkat menjadi sekitar 19 juta kilo liter (kl). "Jadi, dari assessment ini ya kita melakukan. Ini pemetaan itu apakah itu bisa, tapi kita dorong implementasinya adalah B50 untuk tahun 2026," kata Yuliot.
(pgr/pgr)