300.000 KL Bahan Baku Bioetanol Untuk BBM Bakal Disiapkan dari Papua

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Jumat, 30/01/2026 10:20 WIB
Foto: Infografis/ Bioetanol Pertamina/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menyiapkan Papua sebagai salah satu basis utama pengembangan bahan baku bioetanol untuk campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin. Hal ini dilakukan guna mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi domestik.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan bahwa Papua nantinya ditargetkan mampu memproduksi hingga 300.000 kiloliter (KL) bahan baku bioetanol per tahun.

"Kalau yang Papua itu informasi yang disampaikan ke kami targetnya adalah membuat 300.000 kiloliter per tahun tetapi kan bahan bakunya sekarang baru bibit, baru pembibitan yang diperbanyak diperluas seperti itu masih jauh sih," ujar Eniya di Gedung DPR RI, dikutip Jumat (30/1/2026).


Selain Papua, pemerintah juga mendorong penguatan sumber bahan baku dan pembangunan pabrik bioetanol di berbagai wilayah di luar Pulau Jawa. Pasalnya, biaya logistik nantinya akan sangat tinggi.

"Nah kayak di pentahapan ini kita lagi exercise bahwa pentahapannya itu ya ada di daerah yang ada sumbernya juga, yang dimandatorikan itu di daerah yang ada sumbernya," ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa untuk bahan baku bioetanol harus berasal dari dalam negeri dan tidak diperbolehkan impor sesuai regulasi yang berlaku. Adapun, bahan baku utama bioetanol berasal dari molases atau tetes tebu.

"Harus lokal harus lokal bahannya bisa dari apapun saat ini tapi saat ini yang tersedia adalah molases. molases tebu. Nanti kan kita dapat exercise kalau harga-harganya dari sumber bahan baku berapa," katanya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: ESDM Susun Roadmap Implementasi Bioetanol