PT Garam dan Kilang Pertamina Kolaborasi Perkuat Industri Garam
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Garam meneken Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) untuk penjajakan kerja sama pengembangan Pabrik Pemrosesan Garam Balikpapan. Langkah strategis ini dilakukan untuk mendukung program Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional serta penguatan kemandirian industri garam.
Untuk diketahui, kerja sama ini menjadi dasar bagi kedua belah pihak untuk melakukan evaluasi bersama atas pemanfaatan output fasilitas utilitas Refinery Unit V Balikpapan, khususnya air brine hasil proses desalinasi, yang berpotensi diolah menjadi garam industri. Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan pemerintah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional, yang menargetkan pengurangan ketergantungan impor garam.
Direktur Utama PT Garam Abraham Mose menyatakan, inisiasi proyek ini berawal dari hasil pertemuan dengan Wakil Menteri Investasi/BKPM, Todotua Pasaribu, yang menyampaikan adanya peluang pemanfaatan air buangan atau air tua dari hasil proses RDMP Kilang Pertamina di Balikpapan. Air tua tersebut memiliki kandungan salinitas tinggi dan berpotensi besar sebagai bahan baku industri garam. Penjajakan kerja sama menurutnya menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperluas sumber bahan baku garam industri melalui sinergi antar-BUMN.
"PT Garam terus berupaya menghadirkan terobosan dan inovasi untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas produksi garam nasional. Penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan industri garam yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan," ujar Abraham dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1/2026).
Dalam kolaborasi ini, PT Garam disebut akan memimpin pengembangan kajian teknis dan komersial awal, termasuk penyusunan studi kelayakan konseptual, pemodelan keekonomian indikatif, serta proyeksi pasar dan dukungan logistik. Di sisi lain, PT Kilang Pertamina Internasional akan mendukung melalui penyediaan data teknis dan operasional, serta fasilitasi kunjungan lokasi dan diskusi teknis guna mendukung proses evaluasi bersama.
Abraham pun optimistis sinergi dengan PT Kilang Pertamina Internasional dapat meningkatkan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan garam industri nasional. Langkah ini juga memperkuat peran BUMN dalam mendukung swasembada garam nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.
Prosesi penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh Managing Director business 2 Danantara, Holding Pangan ID FOOD, serta PT Pertamina (Persero) sebagai induk usaha yang membawahi Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan dukungan penuh terhadap sinergi antar-BUMN dalam mendorong penguatan industri strategis nasional.
[Gambas:Video CNBC]