Bukan Dolar Amerika, Ini Mata Uang Terkuat di Dunia Kini
Jakarta, CNBC Indonesia - Bukan dolar Amerika Serikat (AS), franc Swiss kini menyandang status sebagai mata uang terkuat di dunia setelah mencapai level tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Penguatan ini terjadi di tengah lonjakan ketidakpastian global yang mendorong investor memburu aset safe haven.
Sepanjang awal 2026, franc Swiss telah menguat sekitar 3,5% terhadap dolar AS, melanjutkan reli 12,7% sepanjang 2025. Pada Selasa waktu setempat, mata uang ini menyentuh posisi tertinggi dalam lebih dari satu dekade dan masih bertahan di dekat level tersebut hingga Rabu pagi.
Penguatan franc Swiss didorong oleh kebijakan perdagangan AS yang tidak menentu. Kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve, serta meningkatnya tensi geopolitik global juga jadi faktor.
"Eskalasi geopolitik berarti lebih banyak ketidakpastian," kata Ketua Bank Nasional Swiss (Swiss National Bank/SNB) Martin Schlegel kepada CNBC International di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, dimuat Kamis (29/1/2026).
"Setiap kali ketidakpastian global meningkat, franc Swiss menguat. Ini tidak baik bagi Swiss karena membuat kebijakan moneter menjadi jauh lebih rumit," ujarnya.
Di sisi lain, Swiss justru menghadapi tekanan disinflasi. Inflasi tercatat hanya 0,1%, sementara suku bunga acuan SNB berada di level 0%. Franc yang terlalu kuat berisiko menekan ekonomi berbasis ekspor.
"Permintaan terhadap banyak ekspor Swiss relatif tidak elastis terhadap harga, sehingga penguatan mata uang tidak banyak mengurangi permintaan," kata Giuliano Bianchi, salah satu pendiri Quantitas Institute di EHL Hospitality Business School.
SNB kini berada dalam dilema. Opsi penurunan suku bunga hingga kembali ke wilayah negatif maupun intervensi pasar valuta asing sama-sama membawa risiko, terutama setelah Swiss baru saja mengamankan penurunan tarif impor AS dari 39% menjadi 15% dan masuk dalam daftar pemantauan kebijakan mata uang Gedung Putih.
Meski demikian, pelaku pasar menilai franc Swiss masih akan tetap kuat. "Franc Swiss adalah mata uang terkuat di dunia dalam jangka panjang dan kemungkinan tetap tangguh tahun ini," ujar Lloyd Harris, kepala divisi pendapatan tetap Premier Miton Investors.
(sef/sef)[Gambas:Video CNBC]