Menperin Umumkan Motor Listrik Tak Dapat Insentif Tahun Ini

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Kamis, 29/01/2026 14:52 WIB
Foto: Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan tidak akan memberikan insentif untuk pembelian motor listrik pada tahun ini. Kepastian ini sekaligus menjawab spekulasi publik dan pelaku industri yang sempat menunggu kelanjutan kebijakan tersebut.

"Motor listrik enggak ada insentif tahun ini. [Sudah fix ya?] Tahun ini tidak diberikan insentif," tegas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam diskusi dengan beberapa media di Bandung, Kamis (29/1/2026).

Keputusan itu bukan tanpa alasan dan bukan pula hasil dari tarik-ulur antar kementerian. Agus menekankan, sejak awal kebijakan tersebut memang tidak diusulkan oleh Kementerian Perindustrian kepada Kementerian Keuangan.


"Tidak diajukan oleh kami," ungkapnya.

Foto: Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa)
Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa)

Lebih lanjut, Agus menjelaskan pemerintah harus realistis dalam melihat kondisi keuangan negara. Setiap kebijakan fiskal, menurutnya, harus melalui perhitungan matang agar manfaatnya benar-benar terasa luas bagi perekonomian. Karena itu, insentif motor listrik tahun ini dinilai belum menjadi prioritas.

"Berbagai pertimbangan tadi sama dengan pertimbangannya di mana kita memahami postur fiskal kita seperti apa, cost and benefit mana yang paling tinggi, yang lebih bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan," ujarnya.

Meski berpotensi menimbulkan kekecewaan di sebagian pihak, Agus menilai kepastian jauh lebih penting dibanding ketidakjelasan. Pemerintah ingin pelaku usaha dan konsumen tidak terus berada dalam posisi menunggu kebijakan. Dengan kejelasan arah, industri diharapkan tetap bergerak dan menyesuaikan strategi bisnisnya.

"Saya sampaikan sekarang biar ada kepastian, jadi orang nggak nunggu insentif, industri juga bergerak," ujar Agus.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Dorong Penjualan Motor Listrik 2026, Produsen Butuh Hal Ini