MARKET DATA

Kilang Pertamina Berhasil Pangkas Emisi 450 Ribu Ton CO2 di 2025

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
28 January 2026 12:20
Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan. (Dok. Pertamina)
Foto: Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan. (Dok. Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kilang Pertamina Internasional (KPI) menegaskan komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat. Melalui kegiatan bisnis, sosial, dan inovasi, KPI berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata pada aspek lingkungan.

Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani mengatakan komitmen KPI pada lingkungan merupakan program dan inovasi yang terus dilakukan perusahaan. Komitmen KPI tersebut tercermin dalam pencapaian program dekarbonisasi atau pengurangan emisi.

Menurut Milla, pada 2025 lalu, KPI berhasil mengurangi emisi lebih dari 450 ribu ton CO2eq atau setara dengan 4,4 juta giga joule. Angka ini berhasil melampaui target kumulatif pada 2025 sebesar 370 ribu ton CO2eq.

"Dekarbonisasi bukan hanya sebatas program jangka pendek, melainkan jadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti kalau KPI secara konsisten melakukan upaya dan inovasi dalam melakukan program-program efisiensi energi dalam mengoperasikan kilang," ujar Milla dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).

KPI menerapkan teknologi rendah karbon, diantaranya Flare Gas Recovery System (FRGS), yang memungkinkan gas buang diolah kembali menjadi bahan bakar. Selain itu ada pula Carbon Capture and Utilization (CCU) yang diterapkan di RDMP Balikpapan.

Teknologi ini jelas Milla, berfokus pada pengurangan emisi CO2 dari operasional kilang dan mengubahnya menjadi sumber energi yang bisa dipergunakan kembali.

"Sejumlah strategi pengurangan emisi yang dilakukan KPI merupakan dukungan terhadap program pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat, serta serta memperkuat reputasi perusahaan dalam aspek Environmental, Social, and Governance (ESG)," kata Milla.

Selain itu, KPI juga berinovasi menggunakan energi ramah lingkungan dalam operasionalnya, yakni dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menyuplai kebutuhan listrik fasilitas pendukung kilang seperti gedung perkantoran, workshop, dan unit lainnya.

Milla mengatakan, PLTS tersebut ada lima unit operasi KPI, yakni Kilang Dumai, Kilang Plaju, Kilang Cilacap, Kilang Balongan dan Kilang Balikpapan, dengan total kapasitas PLTS mencapai 12,37 MWp.

Selain di operasionalnya, KPI juga mengenalkan energi ramah lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Menurut Milla, KPI memiliki sejumlah program TJSL yang berorientasi pada lingkungan.

Salah satu program unggulannya adalah Desa Energi Berdikari (DEB), yang fokus pada desa-desa di sekitar kilang yang membutuhkan akses energi terbarukan dan pemberdayaan ekonomi lokal

Milla menjelaskan, program DEB dilaksanakan oleh Kilang Dumai, Kilang Plaju, Kilang Balongan, Kilang Cilacap dan Kilang Kasim. Melalui program ini, KPI mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar kilang dengan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh). Bantuan tersebut tak hanya memberikan aliran listrik, tapi juga memberikan kehidupan baru pada masyarakat sekitar kilang.

Perekonomian tumbuh, sejumlah UMKM berdiri, sektor pariwisata lokal pun ikut berkembang. Semua itu berujung pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kilang. Milla mengungkapkan, pada 2025 lalu, program DEB KPI telah memberikan manfaat langsung pada sekitar 2500-an penerima.

"Kita melihat banyak perubahan positif yang terjadi di masyarakat melalui program DEB. Keberhasilan ini tidak akan tercapai tanpa dukungan para pemangku kepentingan, termasuk kerja keras dan kesungguhan warga yang ada di sekitar," tandas Milla.

Rangkaian upaya KPI dalam mewujudkan energi bersih di Indonesia bukan hanya menjadi investasi di bidang lingkungan, tapi juga investasi untuk Indonesia di masa depan. Menurut Milla, dengan komitmen terhadap energi bersih dan berkelanjutan, KPI menunjukkan bahwa perusahaan atau korporasi dapat terus berkembang sambil menjaga lingkungan.

"Keberlanjutan kilang harus berjalan seiring dengan keberlanjutan sosial dan lingkungan. Kami berharap langkah strategis KPI dalam mewujudkan energi bersih dapat berjalan selaras dengan komitmen menjaga ketahanan energi nasional," tutup Milla.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! Kilang Minyak di Dumai Kebakaran, Ini Kata Pertamina


Most Popular
Features