Cuan Imlek! 33 Perusahaan RI Dapat Izin Ekspor Ikan ke Korsel & Taiwan

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 20:40 WIB
Foto: Ikan tuna dan cakalang bersiap diekspor ke Thailand. (Dok: Perum Perindo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memprediksi kinerja ekspor perikanan Indonesia ke Korea Selatan dan Taiwan akan meningkat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Proyeksi ini didorong terbitnya 33 approval number baru dari otoritas kompeten kedua negara tersebut.

Penambahan approval number membuat semakin banyak unit pengolahan ikan (UPI) nasional yang bisa menembus pasar ekspor Korea Selatan dan Taiwan. Langkah ini diyakini memperkuat pasokan ikan Indonesia untuk memenuhi lonjakan permintaan saat perayaan Imlek.

"Setelah melalui serangkaian komunikasi antar otoritas kompeten dan juga joint pre-border inspection, maka beberapa waktu lalu kami menerima notifikasi resmi dari otoritas Taiwan dan Korea Selatan tentang persetujuan mendapatkan approval number bagi 33 UPI baru yang kami ajukan," kata Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, Ishartini dalam keterangannya, dikutip Selasa (27/1/2026).


Ishartini optimistis tambahan approval number tersebut akan mendongkrak kinerja ekspor, khususnya untuk memenuhi kebutuhan ikan pada Hari Raya Imlek 2026.

Saat ini, total UPI Indonesia yang mengantongi approval number dari otoritas Korea Selatan mencapai 710 perusahaan, sedangkan dari otoritas Taiwan sebanyak 711 UPI.

Dari total 33 perusahaan yang memperoleh persetujuan baru, sebanyak 15 UPI dapat mengekspor produk perikanan ke Korea Selatan. Di antaranya PT Belawan Samudera Abadi, PT Muara Laut Sejahtera, PT Samudra Sinar Harapan, PT Kiu Kiu Fishery, dan PT Djakarta Mina Persada.

Foto: Ikan tuna dan cakalang bersiap diekspor ke Thailand. (Dok: Perum Perindo)
Ikan tuna dan cakalang bersiap diekspor ke Thailand. (Dok: Perum Perindo)

Sementara itu, 18 UPI mendapat lampu hijau untuk mengekspor ke Taiwan, antara lain PT Samudra Sinar Harapan, PT Muara Laut Sejahtera, PT Bahari Asnimindo Seafood, PT Kiu Kiu Fishery, serta PT Hasil Samudera Melimpah.

Ishartini menambahkan, ekspor ikan Indonesia ke Korea Selatan dan Taiwan terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, volume ekspor ke Korea Selatan mencapai 26.107 ton dengan nilai sekitar US$87.306.537 atau setara Rp1,37 triliun. Adapun ekspor ke Taiwan tercatat sebesar 57.308 ton dengan nilai sekitar US$106.353.188 atau sekitar Rp1,78 triliun.

"Adapun komoditas unggulan diantaranya Shrimp Cracker Pellets, Dried Eucheuma Cottonii Seaweed, Dried Eucheuma Cottonii, Frozen Itoyori Surimi, Frozen Argentina Red Shrimp untuk Korea Selatan dan Live Babylon Shell, Live Nylon Shell, Frozen Squid, Frozen Tilapia Belly Meat, Live Hard Clam untuk Taiwan," jelasnya.

Sebagai informasi, approval number dari otoritas negara tujuan ekspor hanya diberikan setelah melalui rangkaian inspeksi ketat terkait penerapan standar sanitasi, hygiene, serta prinsip-prinsip keamanan pangan. Pengajuan approval number juga hanya dapat dilakukan oleh competent authority yang diakui oleh negara pengimpor.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan KKP terus mendorong diversifikasi tujuan ekspor dan jenis komoditas perikanan. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan quality assurance yang ketat dan konsisten dari hulu hingga hilir.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Taiwan Tuding China Rusak Tatanan Internasional