Tok! Kuota BBM Solar Tahun 2026 Dipatok 18,6 Juta KL
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyampaikan bahwa kuota jenis Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis Solar subsidi untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 18.636.500 kilo liter (kl).
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengungkapkan BPH Migas telah menetapkan kuota BBM bersubsidi untuk tahun 2026. Dengan detail untuk kuota BBM jenis Pertalite sebesar 29.267.947 kl, Solar subsidi sebesar 18.636.500 kl, dan minyak tanah sebesar 526 ribu kl.
"Kemudian minyak solar 18.636.500 kiloliter, kemudian JBKP Pertalite 29.267.947 kiloliter," ujar Wahyudi dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (27/1/2026).
Selain kuota BBM, pihaknya juga memaparkan terkait program strategis sektor hilir migas tahun 2026. Salah satunya adalah pembangunan lembaga penyalur BBM Satu Harga.
Adapun, menurut Wahyudi pada 2026 BPH Migas menargetkan pembangunan 55 lembaga penyalur baru, sehingga secara kumulatif mencapai 654 lembaga penyalur.
Sementara, untuk pengawasan operasional BBM Satu Harga BPH Migas menargetkan 71 lembaga penyalur, dengan total kumulatif mencapai 654 lembaga penyalur.
Sedangkan untuk sektor gas bumi, BPH Migas menargetkan penambahan jaringan transmisi dan distribusi sepanjang 50 kilometer. Adapun volume pengangkutan dan niaga gas bumi melalui pipa ditargetkan mencapai 1,54 miliar MSCF.
"Selanjutnya, PNBP BPH Migas, kami targetkan Rp 1,295 triliun. Untuk program strategis, kami laporkan kepada pimpinan dan seluruh anggota bahwasannya program pemanfaatan langsung kepada masyarakat yang kami siapkan sebanyak Rp28,61 miliar, dengan program ada delapan kegiatan," kata dia.
(pgr/pgr)