Pabrik Tembaga Raksasa RI Baru Beroperasi Lagi di Semester II-2026

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 18:10 WIB
Foto: Smelter tembaga PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Gresik, Jawa Timur. (Doc PT Freeport Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Freeport McMoRan (FCX) menyatakan bahwa pengiriman konsentrat tembaga dari PT Freeport Indonesia (PTFI) ke smelter di Gresik, Jawa Timur, diperkirakan baru akan kembali berjalan pada semester II tahun 2026. Hal itu berdampak pada pemanfaatan kapasitas smelter belum dapat mencapai tingkat optimal.

Dalam laporan resminya, FCX menjelaskan bahwa kinerja smelter bergantung pada pemulihan aktivitas penambangan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). Operasional tambang tersebut sempat terhenti akibat insiden aliran lumpur pada September 2025, yang kemudian berdampak pada pasokan konsentrat tembaga dari sektor hulu.

"Pengiriman ke smelter baru PTFI diperkirakan akan dimulai kembali pada paruh kedua 2026, tergantung pada keberhasilan peningkatan produksi tambang," tulis FCX dalam laporan resminya, dikutip Selasa (27/1/2026).


Sebelumnya, kegiatan operasi smelter tembaga PTFI sempat dihentikan sementara sepanjang kuartal keempat tahun 2025. Langkah tersebut diambil perusahaan karena minimnya ketersediaan bahan baku konsentrat tembaga akibat terhambatnya produksi di tambang GBC.

"FCX memperkirakan adanya variabilitas yang lebih tinggi antara produksi dan penjualan PTFI hingga fasilitas pengolahan hilir mencapai tingkat operasi normal," tambah FCX.

Pada smelter tembaga PTFI yang sudah beroperasi lebih dulu, fasilitas PT Smelting tercatat sudah kembali memulai operasinya pada akhir Desember 2025.

Kendati demikian, pabrik tersebut diproyeksikan masih akan beroperasi pada tingkat kapasitas rendah hingga kegiatan penambangan di GBC benar-benar pulih yang diperkirakan mulai kuartal kedua 2026.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Produksi Emas Freeport di Tahun 2026 Ditarget Hanya 26 Ton