Suplai BBM Subsidi di Bawah Kuota, RI Hemat Rp4,98 Triliun di 2025

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 15:55 WIB
Foto: RDP Sidang dengan kepala BPH Migas, PT Pertamina (PERSERO), pisdan Pertamina Patra Niaga, Selasa (27/1/2026). (Tangkapan layar youtube TV Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berhasil menghemat subsidi dan kompensasi dari sektor Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga mencapai Rp 4,98 triliun pada tahun 2025. Hal ini terjadi karena pemakaian BBM subsidi tak mencapai kuota yang ditetapkan.

Mengacu data paparan BPH Migas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Selasa (27/1/2026), serapan JBT solar hanya terealisasi 97,49% atau 18,4 juta Kilo Liter (KL) dari target kuota yang ditetapkan tahun 2025 mencapai 18,88 juta KL.

Sementara itu, untuk serapan JBKP Pertalite mencapai 89,86% atau hanya 28,06 juta KL dari target kuota yang ditetapkan 2025 mencapai 31,23 juta KL.


"Di dalam distribusi realisasi Januari sampai Desember, bahwasannya BPH Migas telah mengawal dengan baik, distribusi semuanya lancar," terang Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam RDP dengan Komisi XII DPR, Selasa (27/1/2026).

Atau menurunnya serapan BBM subsidi tersebut, BPH Migas mencatat adanya penghematan subsidi dan kompensasi di tahun 2025 mencapai Rp 4,98 triliun yang terdiri dari JBT Solar sebanyak Rp 2,1 triliun, JBKP Pertalite Rp 2,7 triliun dan JBT minyak tanah Rp 0,122 triliun.

"Kompensasi negara semua terpenuhi dan lancar," ungkap Wahyudi.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertamina Blokir 394 Ribu Kendaraan Penipu BBM Subsidi