Purbaya: Saya Bisa Dorong Ekonomi 6,2% Tanpa Ada Gangguan

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 14:17 WIB
Foto: Purbaya: Realisasi Sementara APBN 2025, Defisit 2,92% dari PDB

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan dirinya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6,2% pada tahun 2026, tanpa memberikan gangguan kepada kestabilan baik di sisi fiskal maupun moneter.

Ia menjelaskan bahwa melihat dari komponen inflasi inti yang masih rendah, membuka ruang bagi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat tanpa khawatir memicu respons pengetatan kebijakan dari bank sentral.


"Core inflasi kita masih 2,3% Kalau kita keluarkan harga emas Inflasi sekitar 1,5% Jadi sebetulnya demand-nya masih relatif rendah belum ada demand full inflation artinya saya bisa mendorong ekonomi ketinggian yang lebih cepat lagi," ujar Purbaya di Thamrin Nine Ballroom, Selasa (27/1/2026).

Purbaya mengatakan Bank Indonesia telah mengakui bahwa potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di level 6,2%. Hal tersebut menjadi landasan keyakinannya untuk memacu ekonomi tanpa gangguan berupa perlambatan akibat kenaikan suku bunga atau pengetatan moneter lainnya.

"Bank sentral mengakui sekarang bisa 6,2% potensial growth rate nya dia ngomong seperti itu, untuk saya sih oke, gue bisa dorong ke 6,2% tanpa ada gangguan yang berarti dalam hal Perlambatan ekonomi karena Suku bunga yang dinaikkan atau Kebanyakan moneter yang lain," ujarnya.

Lebih lanjut, Purbaya menyoroti tren pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mulai konsisten menembus level 5% pada beberapa periode terakhir. Seperti pada triwulan keempat tahun 2025 saat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45%.

Ke depannya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebesar 6%. Jika target tersebut tercapai, Indonesia dinilai berhasil keluar dari "kutukan" pertumbuhan 5%.

"Kalau 5,45 tahun lalu triwulan keempat dan triwulan pertama 2026 bisa 5,5, kita sudah keluar dari jebakan 5% saya akan dorong terus ekonomi tahun ini ke arah 6% dengan berbagai cara. Kalau terjadi maka Kita sudah mengalami Break out dari kutukan 5% dan bisa tumbuh ekonomi yang lebih cepat lagi," ujarnya.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya: Injeksi Uang ke Bank Tak Optimal, Ekonomi di Bawah 6%