Dari Meja Pertemuan Hingga Indonesia Night, Strategi Diplomasi di WEF
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia Pavilion resmi dibuka dan rangkaian diplomasi investasi Indonesia di panggung global resmi dimulai. Peresmian dilakukan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani, didampingi Duta Besar Indonesia untuk Swiss dan Lichtenstein Ngurah Swajaya, Duta Besar RI untuk PBB Sidharto Reza Suryodipuro, serta Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie.
"Total ada 13 panel di Indonesia Pavilion. Responnya positif, tamu-tamu senang karena pavilion Indonesia terbuka dan menarik. Kami menampilkan berbagai hal dari pemerintah maupun dunia usaha, termasuk update kebijakan, regulasi, dan peluang investasi di Indonesia yang penting bagi
investor global," jelas Rosan dikutip Senin (26/1/2026).
Indonesia Pavilion menyelenggarakan panel-panel strategis yang menyoroti berbagai aspek kekuatan dan peluang Indonesia di panggung global:
1. Transformasi Digital - Panel Indonesia's Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi digital di Asia Tenggara. Diskusi ini menyoroti transformasi digital sebagai
pengungkit daya saing ekonomi nasional dan magnet investasi global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
2. Kecerdasan Buatan dan Investasi Digital - Diskusi Tri Hita Karana G20 Bali Global Blended Finance Alliance Dialogue - Sustainable AI: Balancing Compute Growth with Equitable Prosperity menekankan pentingnya menyeimbangkan percepatan teknologi AI dengan pemerataan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan.
3. Transisi Energi - Panel Powering the Future: Indonesia's Strategy for a Just and Ambitious Energy Transition menegaskan pendekatan strategis Indonesia dalam mendorong transisi energi yang adil dan ambisius. Forum ini menyoroti bagaimana Indonesia mempercepat transisi energi dengan tetap menjaga ketahanan energi, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan memenuhi komitmen iklim nasional.
Selain panel-panel tersebut, agenda bilateral juga berlangsung, termasuk one-on-one meeting Menteri Rosan dengan perwakilan Vice President of Global Policy Apple Nick Amman. Pertemuan ini membahas peluang investasi dan kolaborasi strategis di bidang teknologi dan inovasi digital di
Indonesia, termasuk rencana perluasan Apple Academy di Indonesia.
Di malam hari, Indonesia kembali menampilkan Indonesia Night, sebuah ruang diplomasi investasi dan ekonomi yang hangat dan strategis. Acara ini dihadiri oleh Menteri Rosan, Interim Co-Chair WEF André Hoffmann, Ketua KADIN Anindya Novyan Bakrie, serta sejumlah petinggi perusahaan
mitra pendukung.
"Di Indonesia Night, kami tidak hanya menampilkan keramahan, kuliner, budaya, dan optimisme, tetapi event ini juga untuk menghargai kerja sama dan persahabatan. Indonesia terbuka untuk berbisnis, berkolaborasi, dan bekerja sama menuju masa depan yang lebih baik," papar Rosan.
Rangkaian kegiatan di Indonesia Pavilion hari ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan ekosistem investasi yang kuat, beragam, dan terbuka, serta komitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam inovasi digital, transisi energi, dan kolaborasi ekonomi global.
(rah/rah)