Ada Bencana, Operasi Kurangi Hujan Tinggi Digelar di Langit Jawa Barat

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 26/01/2026 14:55 WIB
Foto: Rumah warga di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terdampak longsor, Sabtu (24/1/2026). (Dok. Detikcom/Whisnu Pradana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Operasi Modifikasi Cauca (OMC) digelar di wilayah Jawa Barat, mulai 25 hingga 29 Januari 2026, berpusat di Pangkalan TNI AU (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung. Operasi dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta TNI Angkatan Udara.

Dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ini, tim evakuasi di Desa Pasir Langu diharapkan dapat bekerja maksimal dan bantuan logistik mencapai warga tanpa hambatan cuaca buruk. Seperti diketahui, pada hari Sabtu (24/1/2026) dini hari lalu, bencana tanah longsor menghantam wilayah Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah, Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga Senin pagi (26/1/2026), BNPB mengonfirmasi 17 orang jadi korban tewas akibat bencana itu.

Selain itu, kata Direktur OMC BMKG Budi Harsoyo, Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah titik di Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan.


"Operasi ini bertujuan untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, dengan cara meredistribusi atau mengurangi curah hujan tinggi sebelum masuk ke wilayah padat penduduk atau area rawan bencana," kata Budi dalam keterangannya, Senin (26/1/2026). 

TNI Angkatan Udara, bebernya, mengerahkan satu armada pesawat Cassa 212 dengan nomor registrasi A-2107 dalam operasi hari ini.

"Tim melaksanakan sorti satu pada pukul 09.50 WIB dengan fokus menyemai awan di wilayah Jatiluhur. Langkah ini secara spesifik membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik di daerah terdampak tanah longsor, khususnya di Desa Pasir Langu, Cisarua," ucapnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan, Gubernur Jawa Barat menginstruksikan langsung operasi ini sebagai langkah proaktif pemerintah untuk melindungi masyarakat.

Pemerintah, lanjutnya, menjalankan operasi ini dengan fokus pada daerah terdampak bencana tanah longsor guna mengendalikan intensitas hujan. Dengan begitu, tim di lapangan dapat menjalankan proses evakuasi dan mobilisasi bantuan logistik secara lancar tanpa terkendala faktor cuaca.

"Kami melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai bentuk antisipasi dan solusi teknis atas arahan Bapak Gubernur. Kami berharap Operasi Modifikasi Cuaca ini mampu mengendalikan intensitas hujan di titik-titik rawan. Kami ingin memastikan tim evakuasi di Desa Pasir Langu bekerja maksimal dan bantuan logistik mencapai warga tanpa hambatan cuaca buruk," katanya.

"Dalam kondisi saat ini, baik Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi meski operasi modifikasi sedang berjalan. Masyarakat juga bisa memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG atau saluran komunikasi resmi pemerintah daerah," tambah Herman mengingatkan.

Di sisi lain, masyarakat diminta memastikan saluran air di lingkungan sekitar bersih dari sampah untuk meminimalisir risiko banjir lokal. Terpenting tetap tenang namun waspada agar dapat selamat dari potensi cuaca ekstrem.


 

Foto: Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Barat, 25-27 Januari 2026. (Dok. BMKG)
Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Barat, 25-27 Januari 2026. (Dok. BMKG)


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jabodetabek Hati-hati, BMKG Beri Peringatan Dini Hujan Lebat