Rak penyimpanan kebutuhan pokok rumah tangga tampak nyaris kosong setelah peringatan badai musim dingin besar memicu aksi belanja besar-besaran di Tulsa, Oklahoma. Ancaman salju lebat, hujan es, dan suhu dingin ekstrem menjelang akhir pekan mendorong warga menimbun persediaan sebelum kondisi perjalanan diperkirakan memburuk. (REUTERS/Eric Cox)
Prakiraan cuaca menempatkan sebagian besar Oklahoma timur di bawah peringatan badai musim dingin hingga Minggu (25/1/2026), dengan potensi akumulasi salju lebih dari satu kaki. Kekhawatiran akan jalanan licin, keterbatasan mobilitas, serta kemungkinan pemadaman listrik memicu warga berbelanja dalam jumlah besar. (REUTERS Lawrence Bryant)
Pantauan di Walmart Neighborhood Market Tulsa pada Jumat menunjukkan rak-rak kebutuhan pokok cepat kosong. Persediaan telur habis, air minum nyaris tak tersisa, sementara stok hasil bumi dan daging olahan menipis akibat lonjakan pembelian dalam waktu singkat. (REUTERS/Eric Cox)
Sejumlah pembeli mengaku khawatir tidak dapat keluar rumah selama berhari-hari. Lem Williams mengatakan dirinya beruntung masih mendapatkan telur. “Saya mendapatkan selusin telur terakhir. Tidak ada telur, tidak ada bacon, tidak ada mentega,” ujarnya. (REUTERS Lawrence Bryant)
Kepanikan serupa dirasakan pembeli lain. Roger Miller menyebut badai ini berpotensi membuat warga terisolasi cukup lama. “Ini bisa berlangsung selama seminggu sebelum Anda bisa keluar rumah. Lebih baik menimbun persediaan lebih awal jika memungkinkan,” katanya. Dengan pembatalan penerbangan dan peringatan cuaca yang mencakup jutaan warga, para peramal cuaca menilai badai ini akan menguji kesiapan masyarakat menghadapi musim dingin ekstrem. (REUTERS/Eric Cox)