Internasional

Langit Asia Memanas, Jet Tempur Sekutu AS Cegat Bomber Nuklir Rusia

Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
Jumat, 23/01/2026 21:50 WIB
Foto: via REUTERS/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY

Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi di wilayah Asia kembali memanas setelah jet tempur Angkatan Udara Bela Diri Jepang (ASDF) melakukan pencegatan terhadap sejumlah pesawat militer Rusia, termasuk pesawat pengebom strategis yang memiliki kemampuan nuklir.

Insiden ini terjadi saat armada Rusia mendekati ruang udara Jepang, memicu respons cepat dari Tokyo di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat di kawasan tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa penerbangan yang dipimpin oleh pesawat pengebom tersebut dilakukan di atas perairan netral Laut Jepang, atau yang juga dikenal sebagai Laut Timur di Korea Selatan.


"Operasional pesawat mereka dilakukan dengan kepatuhan ketat terhadap aturan internasional mengenai penggunaan ruang udara," ujarnya dikutip Newsweek, Jumat (23/1/2026).

Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa pesawat pengebom strategis Tu-95MS melakukan misi terencana selama lebih dari 11 jam di atas Laut Jepang dengan dikawal oleh jet tempur Su-35S dan Su-30SM.

Merespons pergerakan tersebut, Kantor Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang pada hari Jumat mengonfirmasi insiden itu dan menyatakan bahwa pihaknya akan terus menjaga kewaspadaan tinggi. Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, juga menambahkan bahwa pesawat pengebom Tu-95MS Rusia mampu membawa senjata nuklir dan mengingatkan bahwa Rusia juga melakukan patroli udara bersama China di dekat Jepang pada bulan Desember lalu. 

"Sebagai tanggapan, Angkatan Udara Bela Diri mengerahkan jet tempur dari Pasukan Pertahanan Udara Pusat dan lainnya, serta secara ketat menerapkan langkah-langkah zona identifikasi pertahanan udara. Kepada seluruh anggota Angkatan Udara Bela Diri yang secara profesional melindungi wilayah udara negara kita siang dan malam, terima kasih!" ungkapnya.

"Ini tidak bisa dilihat sebagai apa pun selain unjuk kekuatan terhadap negara kita," tulisnya. Ia juga memperingatkan bahwa pergerakan militer Rusia, bersama dengan koordinasi strategisnya dengan China, telah menimbulkan "kekhawatiran pertahanan yang kuat" baik bagi Jepang maupun kawasan Indo-Pasifik.

Meskipun saat ini Rusia tengah mengerahkan kekuatan besar dalam perang dengan Ukraina, Moskow tetap mempertahankan kehadiran militer yang signifikan di wilayah Timur Jauh yang berhadapan langsung dengan kepulauan Jepang. Sebagai sekutu utama Amerika Serikat, Jepang secara rutin mencegat kekuatan Rusia di dekat perairan teritorial dan ruang udaranya.

Di sisi lain, hubungan kedua negara tetap tegang karena sengketa kedaulatan atas empat pulau di kepulauan Kuril yang saat ini berada di bawah administrasi Rusia.

Pengerahan militer Rusia yang berkelanjutan di kawasan Pasifik ini dipandang sebagai langkah balasan terhadap aliansi AS-Jepang, di mana Jepang saat ini menampung sekitar 60.000 tentara AS beserta peralatan militer canggih seperti sistem rudal. Hal ini secara konsisten terus menimbulkan kekhawatiran di pihak Moskow.

Sementara itu, data dari Nuclear Information Project pada Federasi Ilmuwan Amerika menyebutkan bahwa setiap pengebom Tu-95MS dapat membawa antara enam hingga 14 rudal jelajah bersenjata nuklir. Rusia juga diketahui telah menggunakan jenis pesawat ini untuk meluncurkan serangan konvensional terhadap Ukraina.


(tps/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Putin Buka Opsi Kirim Aset Beku Rusia ke Dewan Perdamaian