MARKET DATA

Pabrik Tembaga Raksasa RI Ditargetkan Operasi Lagi di Semester II-2026

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
23 January 2026 19:05
Smelter tembaga PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Gresik, Jawa Timur. (Doc PT Freeport Indonesia)
Foto: Smelter tembaga PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Gresik, Jawa Timur. (Doc PT Freeport Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Freeport-McMoRan (FCX) mengungkapkan pengiriman pasokan konsentrat tembaga oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) ke fasilitas pemurnian (smelter) tembaga kedua di Gresik, Jawa Timur, baru akan dimulai kembali pada paruh kedua atau semester II 2026 mendatang.

Hal ini seiring dengan target mulai dioperasikannya kembali tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada kuartal kedua tahun ini.

Seperti diketahui, operasional smelter baru Freeport dihentikan sejak kuartal IV 2025 akibat dihentikannya operasi tambang GBC, usai terjadinya insiden longsoran material basah pada September 2025 lalu.

FCX dalam laporan resminya mengungkapkan, operasional smelter sangat bergantung pada pemulihan kegiatan penambangan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave. Tambang tersebut sebelumnya mengalami penghentian operasi akibat insiden aliran lumpur pada September 2025, yang berdampak pada ketersediaan konsentrat.

"Pengiriman ke smelter baru PTFI diperkirakan akan dimulai kembali pada paruh kedua 2026, tergantung pada keberhasilan peningkatan produksi tambang," tulis FCX dalam laporan resminya, dikutip Jumat (23/1/2026).

Sebelumnya, kegiatan operasi smelter tembaga PTFI sempat dihentikan sementara sejak kuartal keempat tahun 2025. Langkah tersebut diambil perusahaan karena minimnya ketersediaan bahan baku konsentrat tembaga akibat terhambatnya produksi di tambang GBC.

"FCX memperkirakan adanya variabilitas yang lebih tinggi antara produksi dan penjualan PTFI hingga fasilitas pengolahan hilir mencapai tingkat operasi normal," tambah FCX.

Sedikit berbeda dengan smelter baru, fasilitas smelter pertama Freeport, PT Smelting, tercatat sudah kembali memulai operasinya pada akhir Desember 2025.

Kendati demikian, pabrik tersebut diproyeksikan masih akan beroperasi pada tingkat kapasitas yang lebih rendah hingga kegiatan penambangan di GBC benar-benar pulih yang diperkirakan mulai kuartal kedua 2026.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Freeport Didorong IPO di Indonesia, Ternyata Ini Alasannya


Most Popular
Features