Simak! Ini Pentingnya Penguatan Tata Kelola Energi di Tanah Air

Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
Jumat, 23/01/2026 14:16 WIB
Foto: dok Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam membuat kebijakan energi yang mandiri dan berpihak pada rakyat membutuhkan tata kelola yang transparan dan kolaborasi erat antara pemerintah, regulator, BUMN, swasta, dan investor. Melihat hal tersebut, tata kelola yang baik (good governance) menjadi fondasi dan kunci untuk memastikan kebijakan energi berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta industri secara seimbang.

Seperti diketahui, kebijakan energi dengan tata kelola yang baik tentu harus dilandasi informasi yang akurat, konsistensi regulasi, dan efektivitas koordinasi. Bersamaan dengan itu, prinsip etika tidak ditinggalkan, tetapi menjadi fondasi bagi efisiensi.

Sehingga tidak heran jika banyak proyek energi terbarukan di berbagai negara maju dapat berjalan cepat bukan semata karena teknologi, melainkan karena tata kelola yang lincah. Sebab, di balik sistem yang efisien, selalu ada koordinasi yang baik, kejelasan tanggung jawab, dan kolaborasi lintas sektor.


Oleh sebab itu, pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) turut menyadari pentingnya tata kelola yang baik dalam mengelola energi di dalam negeri. Salah satu capaian penting Kementerian ESDM pada 2025 adalah lifting minyak bumi (termasuk natural gas liquid/NGL) sebesar 605.000 barel per hari atau menyamai target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah (APBN) 2025.

Seiring dengan capaian tersebut, Kementerian ESDM juga mendorong kebijakan migas pro rakyat, dengan mengatur tata kelola sumur masyarakat. Program ini dilakukan untuk melindungi usaha masyarakat dan memperbaiki tata kelolanya agar sesuai dengan aturan lingkungan dan kaidah keselamatan pertambangan migas.

Tak hanya sektor migas, pemerintah juga memastikan bahwa pengelolaan tambang pada masa depan akan benar-benar memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Dalam hal ini, negara hadir untuk mengontrol pengelolaan tambang agar berjalan sesuai dengan kaidah yang berlaku, termasuk pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Untuk membedah langkah-langkah pemerintah dalam memperkuat tata kelola pengelolaan energi sekaligus membahas tantangan yang ada di dalamnya, CNBC Indonesia akan menyelenggarakan acara "Energy Outlook 2026: Exploring Indonesia's Energy Policy: Self-sufficient and Pro-people".

Acara ini akan menghadirkan narasumber dari berbagai pemangku kepentingan, baik dari sisi regulator seperti Kementerian ESDM, serta pelaku usaha, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta, hingga analis dan anggota Dewan Energi Nasional (DEN).

Forum ini berfokus pada arah kebijakan energi nasional yang mendorong kemandirian energi, penguatan tata kelola yang transparan, serta pemanfaatan sumber daya energi yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, Energy Outlook 2026 menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan perspektif regulasi, industri, dan teknologi dalam mendukung roadmap energi Indonesia yang berkelanjutan, kompetitif, dan inklusif.

Untuk itu, jangan sampai ketinggalan menyaksikan acara Energy Outlook 2026. Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis!


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Insentif Listrik Batu Bara Perlu Diubah Agar EBT Berkembang