Serangan Trump Mulai Terasa, Utang Eropa Tiba-Tiba Meledak Jadi Segini
Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi kesehatan finansial negara-negara Uni Eropa (UE) dilaporkan terus memburuk. Data terbaru menunjukkan beban utang pemerintah di blok tersebut melonjak ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir pada kuartal ketiga tahun lalu, seiring dengan gencarnya upaya militerisasi di kawasan tersebut.
Berdasarkan data badan statistik Eurostat yang dirilis Kamis (22/1/2026), rasio utang kotor pemerintah terhadap PDB di Uni Eropa mencapai 82,1% pada akhir September 2025. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak 2023.
Lonjakan ini menandakan berakhirnya periode penurunan utang pascapandemi. Keuangan publik UE kembali memburuk setelah sebelumnya sempat berusaha diperbaiki usai pinjaman besar-besaran selama krisis Covid-19.
Prancis, Polandia, dan Rumania mencatatkan rekor beban utang di era modern. Rasio utang terhadap PDB Prancis menyentuh 117,7%, sementara Polandia dan Rumania masing-masing mencatatkan 58,1% dan 58,9%. Khusus Polandia dan Rumania, kenaikan tahunan mencapai 5 hingga 5,5 poin persentase.
Bagi warga biasa, tumpukan utang ini menjadi alarm bahaya. Pemerintah kemungkinan besar harus menaikkan pajak atau memangkas belanja layanan publik serta investasi demi membayar bunga utang yang membengkak.
Pejabat di Brussels secara eksplisit mengaitkan tekanan fiskal baru ini dengan kebutuhan militer. Komisi Eropa menyatakan bahwa "lingkungan strategis yang memburuk dengan cepat"-merujuk pada konflik Ukraina dan ancaman Rusia-memaksa peningkatan signifikan belanja militer.
Belanja militer UE melonjak drastis dari 218 miliar euro (Rp4.316,4 triliun) pada 2021 menjadi proyeksi 381 miliar euro (Rp7.543,8 triliun) pada 2025.
Fenomena ini juga dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, dalam forum World Economic Forum (WEF). Rutte mengungkapkan bahwa tekanan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selama ini secara tidak langsung "memaksa" Eropa untuk lebih mandiri dan royal dalam urusan pertahanan.
"Berkat (tekanan) Donald Trump, banyak negara Eropa kini meningkatkan anggaran pertahanan mereka hingga mencapai ambang batas 2% dari PDB," ujar Rutte di sela-sela forum WEF.
Rencana 'Readiness 2030' milik Komisi Eropa diperkirakan akan menambah 2 poin persentase lagi pada rasio utang UE hingga tahun 2028 mendatang. Diketahui, program ini diselenggarakan setelah melihat ancaman dari Rusia, yang melakukan serangan ke Ukraina.
Moskow membantah tuduhan bahwa mereka merupakan ancaman bagi Uni Eropa. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut para pemimpin UE sengaja membesar-besarkan bahaya untuk mendorong agenda politik mereka dan mengalirkan dana ke industri senjata.
Pihak Kremlin menilai militerisasi Barat sebagai tindakan "ceroboh" dan menganggap narasi ancaman Rusia hanyalah omong kosong untuk menakut-nakuti masyarakat Eropa.
(tps/luc)