RI Kuasai 43% Pasar Batu Bara Dunia, Bahlil Siapkan Aksi Menjaga Harga
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memutuskan untuk memangkas target produksi batu bara pada tahun ini di dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan komoditas tersebut di pasar global.
Adapun, produksi batu bara pada 2026 rencananya bakal dipangkas menjadi kurang lebih sekitar 600 juta ton. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 190 juta ton dibandingkan realisasi produksi 2025 sebesar 790 juta ton.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia menyuplai sekitar 514 juta ton batu bara atau 43% dari total volume perdagangan dunia yang mencapai 1,3 miliar ton per tahun. Kondisi inilah yang menjadi biang kerok jatuhnya harga batu bara.
"Tahu gak berapa Indonesia suplainya? 516 juta ton, 43% dari total batubara yang diperjualbelikan di pasar global. Pertanyaannya, kenapa harga batubara turun terus?," kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Jumat (23/1/2026).
Ia lantas mempertanyakan posisi Indonesia sebagai pemain utama pasar batu bara dunia yang belum mampu mempengaruhi harga. Pasalnya, meski menguasai pangsa pasar yang cukup besar, namun nyatanya harga masih dikendalikan pihak lain.
"Saya malah berpikir, mungkin saya sekolah tidak ada di Google ya, sampai masa produksi market 43% kita kuasai, harganya dikendalikan oleh orang lain. Negara kita ini berdaulat atau tidak? Maka saya katakan pangkas RKAB, ini kan hukum supply and demand," ujar Bahlil.
Oleh sebab itu, pemerintah bakal memangkas RKAB produksi batu bara guna mengendalikan pasokan. Mengingat, ketika terjadi over supply, permintaan tidak terlalu besar, harga pasti jatuh.
"Menurut saya kalau ini kita biarkan, kita gagal paham semua. Terus kita harus menggali sumber dalam kita, seolah-olah kita ini saja memiliki negara ini," katanya.
Di sisi lain, Bahlil menyadari kebijakan pemangkasan RKAB berpotensi menimbulkan penolakan dari pelaku usaha. Namun, ia tidak akan mundur demi kepentingan bangsa.
"Saya tahu ini pasti banyak orang yang membenci saya. Karena RKAB-nya akan dipotong. Tapi untuk Ibu Pertiwi, saya tidak akan mundur, jangankan selangkah, sejengkal pun saya tidak akan mundur. Dan saya akan hadapi semuanya," ujar Bahlil.
(pgr/pgr)[Gambas:Video CNBC]