Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi peluncuran Board of Peace atau Dewan Perdamaian untuk Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian pada acara yang digelar di sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2025). (REUTERS/Denis Balibouse)
Berdasarkan tayangan di laman YouTube resmi Gedung Putih, Prabowo tampak mengenakan kopiah hitam dan setelan jas abu-abu. Ia duduk di barisan depan bersama sejumlah pemimpin negara lainnya yang turut hadir dalam sesi pengenalan Dewan Perdamaian tersebut. (REUTERS/Denis Balibouse)
Penandatanganan piagam dilakukan secara bergantian oleh para kepala negara. Prabowo dipanggil bersamaan dengan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Dalam sambutannya, Trump menyatakan kehadiran para pemimpin dunia itu mencerminkan keinginan bersama agar perang di Gaza benar-benar berakhir. (Tangkapan Layar Youtube/The White House)
“Mereka menjadi teman saya, mereka berada di sini, dan tentu saja perang di Gaza yang benar-benar akan berakhir. Kita memiliki beberapa api kecil yang akan kita matikan. Tadinya itu merupakan api yang besar, tapi sekarang mereka kecil, jadi kita bisa matikan dengan mudah,” ujar Trump. Ia juga menyebut saat ini terdapat 59 negara yang terlibat dalam upaya perdamaian di Timur Tengah, meski tidak semuanya berada di kawasan tersebut. (Tangkapan Layar Youtube/The White House)
Sementara itu, dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian bertujuan untuk menjaga proses transisi di Gaza agar tetap mengarah pada solusi dua negara (two state solution). Indonesia juga akan memanfaatkan partisipasi ini untuk menyuarakan penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, akses kemanusiaan, serta pemulihan tata kelola sipil Palestina yang sah dan legitimate. (Tangkapan Layar Youtube/The White House)