Prabowo Tegaskan RI Pilih Perdamaian dari Perpecahan di WEF 2026

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Kamis, 22/01/2026 20:30 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kunci (keynote speech) dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis, (22/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Badan Komunikasi Pemerintah RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan kunci atau keynote speech dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, malam ini, Kamis (22/1/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan Indonesia adalah negara yang damai dan stabil. Dia menegaskan perdamaian dan stabilitas di Indonesia didapatkan bukan terjadi tanpa sebab dan upaya.


"Perdamaian dan stabilitas di negara saya Indonesia tidak terjadi karena keberuntungan. Ini karena kami memilih persatuan daripada perpecahan, pertemanan daripada konfrontasi, pertemanan daripada permusuhan," tegasnya dalam WEF 2026.

Kendati menekankan masalah perdamaian dan stabilitas, Prabowo tidak menyinggung satu negara manapun. Dia menekankan kondisi ekonomi dan stabilitas di Tanah Air.

Dia menuturkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat sehat. Indonesia tumbuh di kisaran 5% dalam 20 tahun terakhir. Dia yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih tinggi lagi pada tahun ini. Kemudian, inflasi juga stabil di kisaran 2%. Prabowo juga membanggakan bahwa defisit fiskal berada di bawah 3% dari PDB RI.

"Institusi global tidak memuji kami (Indonesia) karena pesimitis. Mereka melihat resiliensi dari ekonomi Indonesia," tegasnya.

Dalam keynotenya, Prabowo juga membahas mengenai Danantara dan Makan Bergizi Gratis (MBG), serta cek kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat dan perbaikan sekolah-sekolah di Indonesia. 


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: WEF 2026, RI Dorong Promosi Investasi Jangka Panjang