Genjot Penjualan, Sinarmas Land Luncurkan Program Royal Key

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Kamis, 22/01/2026 17:04 WIB
Foto: dok Sinarmas Land

Jakarta, CNBC Indonesia - Sinarmas Land meluncurkan program Royal Key sebagai program nasional untuk mencapai target penjualan Rp 3,6 triliun. Deputy Group CEO Strategic Development and Assets Sinarmas Land Herry Hendarta menilai tahun ini menjadi momentum yang tepat untuk memacu penjualan.

Herry menilai tahun ini kondisi makro terjaga baik dan pemerintah memberikan kebijakan positif dengan suku bunga acuan yang cukup kecil, serta insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100%.

"Melalui Royal Key kami menargetkan Rp 3,6 triliun dengan menggandeng 22 bank serta beragam produk, dari rumah tapak, apartemen, rumah toko (ruko), dan juga kavling," jelas Herry dalam peluncuran Royal Key di BSD City Marketing Office, Kamis (22/01/2026).


Secara rinci, Herry menjelaskan program Royal Key menambah kepercayaan diri Sinarmas Land. Pasalnya sejak tahun lalu, kebiasaan masyarakat berubah dan lebih berhati-hati sebelum membeli. Melalui Royal Key, Herry berharap calon konsumen bisa lebih cepat memutuskan untuk membeli properti karena mendapatkan banyak kemudahan termasuk potongan harga dan juga subsidi uang muka, serta beragam hadiah langsung lainnya.

Sementara itu, Chief of Corporate Sales & Marketing Group Sinarmas Land Dian Asmahani menjelaskan Royal Key akan berlangsung sepanjang 2026 dan terbagi menjadi empat periode kuartalan. Empat periode tersebut, antara lain periode I pada 22 Januari 2026-31 Maret 2026, Periode II pada 1 April 2026-30 Juni 2026, Periode III pada 10 Juli 2026-30 September 2026, dan Periode IV pada 1 Oktober 2026-31 Desember 2026.

"Setiap periode menawarkan promo yang berbeda, dengan keuntungan yang lebih besar bagi konsumen yang melakukan pembelian lebih awal. Kami menyiapkan total produk hingga 1.400-an, dengan prosentase ready stock lebih banyak daripada yang masih dibangun," rinci Dian.

Sebagai informasi, bank-bank yang terlibat antara lain BCA, Mandiri, CIMB Niaga, BNI, Danamon, BRI, Maybank, Permata Bank, Panin Bank, Bank Sinarmas, BSI, OCBC, BTN, Bank INA, UOB, CCB, Bank Nobu, BCA Syariah, Bank Woori Saudara, KB Bank, serta Bank Saqu.


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Video: OJK Kembalikan Dana Korban Scam - Biang Kerok Rupiah Anjlok