Imbas Pipa Bocor, Produksi Minyak Rokan Berpotensi Hilang 2 Juta Barel

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Kamis, 22/01/2026 14:55 WIB
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan adanya potensi penurunan produksi minyak di Blok Rokan sebesar 2 juta barel. Hal tersebut menyusul bocornya pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan target produksi siap jual (lifting) minyak pada tahun ini dipatok sebesar 610.000 barel per hari (bph). Sementara, insiden kebocoran pipa yang terjadi di awal tahun ini telah berdampak pada pencapaian lifting.

"Nah izin pimpinan kami laporkan bahwa kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatra pipa kita bocor yang kehilangan potensi loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026).


Menurut Bahlil dengan adanya insiden tersebut Bahlil bakal memberi sanksi tegas kepada pejabat terkait di lingkungan Kementerian ESDM maupun BUMN. Pasalnya, kejadian itu menunjukkan adanya kelalaian dalam upaya pencegahan.

"Jadi pipanya yang bocor tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait karena saya anggap itu sebuah betul sekali kecelakaan tapi ada sebuah ketidak-ikhtiaran dari kami tapi apapun ceritanya itu kesalahan kami," ujarnya.

Oleh sebab itu, guna mengatasi persoalan tersebut, pihaknya akan terus berupaya mengejar ketertinggalan produksi minyak yang sempat hilang dengan beberapa langkah dan strategi.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa aliran gas sebenarnya sudah mulai mengalir sejak beberapa hari lalu. Namun, aliran tersebut masih dilakukan secara bertahap dengan tekanan terbatas.

"Cuman kan alirannya itu tidak maksimal. Ditahan kan sudah dua kali Kita jaga. Kita tambahkan secara gradual. Tapi nggak boleh juga lama-lama tambahannya," kata Laode ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (21/1/2026).

Menurut Laode kondisi pipa gas dan produksi blok Rokan dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian utama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Mengingat, akibat kerusakan pipa yang alirkan gas ke pembangkit listrik blok Rokan menyebabkan produksi minyak Pertamina dari blok Rokan menjadi turun. "Ini juga menjadi perhatian utama dari Pak Menteri. Sudah dua hari ini saya diingatkan juga. Kapan itu gas hari ini pak," ujar Laode.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ini Jurus ESDM Kejar Target Lifting Minyak 610 Ribu Bph di 2026