Awas Bahaya! BMKG Ingatkan Gelombang Laut Sangat Tinggi Sampai 6 Meter

Damiana, CNBC Indonesia
Kamis, 22/01/2026 15:00 WIB
Foto: Kapal Tongkang kandas saat cuaca buruk di Pangandaran, Jawa Barat. (Faizal Amiruddin/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan agar mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Bahkan, tinggi gelombang laut diprediksi mencapai 6 meter.

Ditambahkan, gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

"Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. ‎Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," demikian mengutip keterangan resmi, Kamis (22/1/2026).


"Terutama bagi nelayan yang beraktivitas perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter),  kapal feri (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter)," tambah BMKG.

BMKG menjelaskan, Ex Siklon Tropis Nokaen (16.0° LU 134.0° BT) di Laut Filipina Timur Laut Filipina dan Bibit Siklon Tropis 97S (12.5° LS 121.2° BT) di Samudra Hindia selatan NTT, memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 625 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6 -30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan Jawa, Samudra Hindia Selatan NTT, Samudra Pasifik utara Maluku.

Menurut BMKG, ‎kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2 meter berpeluang terjadi di Laut Jawa bagian tengah, timur, dan barat, Selat Makassar bagian utara, tengah, dan selatan, Selat Karimata bagian utara dan selatan, Laut Sulawesi bagian barat, tengah, dan timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Teluk Bone, Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafuru bagian utara, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat dan Papua.

Sementara, gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Aceh, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, dan Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Selain itu, gelombang dengan kategori ini juga berpotensi terjadi di Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, serta Laut Maluku.

Dan, gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BMKG Pantau Bibit Siklon 97S, Indonesia Timur Waspada