FOTO Internasional

Kereta Komuter Anjlok Akibat Dinding Ambruk, Masinis Jadi Korban

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 22/01/2026 05:30 WIB

Kereta komuter tergelincir dekat Barcelona usai dinding penahan runtuh akibat hujan. Masinis tewas, 37 penumpang luka, 4 serius.

1/6 Polisi dan petugas pemadam kebakaran memeriksa lokasi kecelakaan kereta komuter, setelah dinding pembatas ambruk ke rel akibat hujan lebat, menewaskan masinis dan melukai beberapa orang, di Gelida, dekat Barcelona, ​​Spanyol, 21 Januari 2026. (REUTERS/Albert Gea)

Polisi dan petugas pemadam kebakaran memeriksa lokasi kecelakaan kereta komuter di Gelida, dekat Barcelona, Spanyol, Rabu (21/1/2026), setelah dinding penahan runtuh ke rel akibat hujan lebat. Insiden yang terjadi sehari sebelumnya itu menyebabkan masinis tewas dan puluhan penumpang mengalami luka-luka, menurut pejabat pemadam kebakaran setempat. (REUTERS/Albert Gea)

2/6 Polisi dan petugas pemadam kebakaran memeriksa lokasi kecelakaan kereta komuter, setelah dinding pembatas ambruk ke rel akibat hujan lebat, menewaskan masinis dan melukai beberapa orang, di Gelida, dekat Barcelona, ​​Spanyol, 21 Januari 2026. (REUTERS/Albert Gea)

Petugas polisi dan pemadam kebakaran masih memeriksa lokasi kecelakaan. Kereta tersebut keluar dari rel setelah struktur penahan di sepanjang jalur kereta ambruk dan menimpa rel, menyebabkan rangkaian tidak dapat melanjutkan perjalanan. (REUTERS/Albert Gea)

3/6 Polisi dan petugas pemadam kebakaran memeriksa lokasi kecelakaan kereta komuter, setelah dinding pembatas ambruk ke rel akibat hujan lebat, menewaskan masinis dan melukai beberapa orang, di Gelida, dekat Barcelona, ​​Spanyol, 21 Januari 2026. (REUTERS/Albert Gea)

Inspektur departemen pemadam kebakaran regional Catalonia, Claudi Gallardo, mengatakan sebanyak 37 orang mengalami luka-luka dalam kecelakaan tersebut. Dari jumlah itu, empat penumpang dilaporkan dalam kondisi serius, sementara pengemudi kereta dinyatakan meninggal dunia. Seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi dari rangkaian kereta. (REUTERS/Albert Gea)

4/6 Polisi dan petugas pemadam kebakaran memeriksa lokasi kecelakaan kereta komuter, setelah dinding pembatas ambruk ke rel akibat hujan lebat, menewaskan masinis dan melukai beberapa orang, di Gelida, dekat Barcelona, ​​Spanyol, 21 Januari 2026. (REUTERS/Albert Gea)

Otoritas layanan darurat mengerahkan sedikitnya 20 ambulans ke lokasi kejadian di wilayah Gelida, pinggiran Barcelona. Selain itu, sebanyak 38 unit pemadam kebakaran turut diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan area kecelakaan. (REUTERS/Albert Gea)

5/6 Polisi dan petugas pemadam kebakaran memeriksa lokasi kecelakaan kereta komuter, setelah dinding pembatas ambruk ke rel akibat hujan lebat, menewaskan masinis dan melukai beberapa orang, di Gelida, dekat Barcelona, ​​Spanyol, 21 Januari 2026. (REUTERS/Albert Gea)

Kecelakaan ini terjadi hanya dua hari setelah insiden tabrakan dan tergelincirnya kereta cepat di dekat Adamuz, di provinsi Córdoba, Spanyol selatan, yang menewaskan 42 orang. Rentetan kecelakaan tersebut kembali menyoroti masalah keselamatan transportasi kereta api di negara itu. (REUTERS/Albert Gea)

6/6 Polisi dan petugas pemadam kebakaran memeriksa lokasi kecelakaan kereta komuter, setelah dinding pembatas ambruk ke rel akibat hujan lebat, menewaskan masinis dan melukai beberapa orang, di Gelida, dekat Barcelona, ​​Spanyol, 21 Januari 2026. (REUTERS/Albert Gea)

Layanan kereta pinggiran kota di wilayah tersebut diketahui telah lama menghadapi persoalan kekurangan pendanaan dan seringnya insiden. Dalam kejadian terpisah pada Selasa malam, lalu lintas kereta antara Blanes dan Maçanet-Massanes di selatan kota Girona yang juga merupakan bagian dari jaringan kereta komuter Barcelona sempat terganggu akibat poros kereta keluar dari rel, menurut pernyataan operator kereta api Spanyol, Adif. (REUTERS/Albert Gea)