INTERNASIONAL

Hujan Semalaman Catatkan Rekor, Banjir Menggila-Korban Jiwa Berjatuhan

luc, CNBC Indonesia
Rabu, 21/01/2026 19:40 WIB
Foto: REUTERS/Jihed Abidellaoui

Jakarta, CNBC Indonesia - Hujan ekstrem yang melanda Tunisia memicu banjir besar di sejumlah wilayah dan menewaskan empat orang, sekaligus memaksa aktivitas pendidikan dan ekonomi lumpuh di sebagian besar wilayah negara Afrika Utara itu. Adapun curah hujan tercatat sebagai yang tertinggi dalam lebih dari tujuh dekade terakhir.

Otoritas setempat pada Selasa menyatakan seluruh korban jiwa berasal dari kota Moknine di Provinsi Monastir. Juru bicara pertahanan sipil Tunisia Khalil Mechri mengatakan dua korban terseret arus banjir.

"Dua orang terseret arus banjir, sementara seorang perempuan tenggelam di rumahnya," ujar Mechri, dilansir AFP, Rabu (21/1/2026).


Kepala bagian prakiraan cuaca Institut Meteorologi Nasional Tunisia (INM) Abderazak Rahal mengatakan beberapa wilayah di negara itu belum pernah mengalami hujan sedahsyat ini sejak 1950.

"Kami telah mencatat jumlah curah hujan yang luar biasa untuk bulan Januari," kata Rahal, seraya menambahkan bahwa wilayah Monastir, Nabeul, dan kawasan metropolitan Tunis menjadi daerah yang paling terdampak.

Sebagai respons terhadap kondisi cuaca ekstrem tersebut, pemerintah Tunisia memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar pada Rabu di sekolah negeri dan swasta serta universitas di 15 dari total 24 provinsi di seluruh negeri.

Di media sosial, beredar luas gambar-gambar dramatis yang menunjukkan mobil-mobil terjebak di jalanan ketika aliran air deras menerjang kawasan permukiman dan pusat kota.

Seorang warga Tunisia bernama Mostafa Riyahi menggambarkan situasi yang dialaminya sejak hujan turun tanpa henti sejak malam sebelumnya.

"Hujan tidak berhenti sejak tadi malam," kata Riyahi kepada AFP pada Selasa. "Awalnya saya tidak terlalu memperhatikannya, hanya ada beberapa kebocoran kecil. Tapi ketika saya bangun dari tempat tidur, saya mendapati kaki saya sudah terendam air."

Gangguan juga terjadi pada sektor transportasi di beberapa wilayah, dengan sejumlah ruas jalan utama tidak dapat dilalui akibat genangan dan arus banjir.

Kementerian Pertahanan Tunisia menyatakan bahwa angkatan bersenjata turut dikerahkan dalam operasi penyelamatan. Seorang sumber di kementerian pertahanan, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kepada AFP bahwa tentara terlibat langsung membantu evakuasi warga.

Sementara itu, pejabat INM lainnya, Mahrez Ghannouchi, menulis di Facebook bahwa situasi di beberapa daerah berada dalam kondisi "kritis".

Desa wisata Sidi Bou Said, yang terletak di pinggiran ibu kota Tunis dan dikenal sebagai salah satu destinasi populer, mencatat curah hujan mencapai 206 milimeter sejak Senin malam, menurut data resmi INM.

Meski hujan kali ini mencetak rekor, banjir bukanlah hal baru bagi kota-kota di Tunisia setiap kali terjadi hujan deras. Salah satu penyebab utamanya adalah kondisi infrastruktur yang buruk.

Jaringan drainase dan saluran air hujan di banyak wilayah dinilai sudah tua dan tidak terawat, terutama di kawasan perkotaan yang berkembang pesat. Sampah kerap menyumbat sistem pembuangan, sehingga memperparah genangan.

Selain itu, urbanisasi cepat di sejumlah daerah menyebabkan semakin sedikit air hujan yang dapat diserap tanah, sehingga meningkatkan limpasan air ke jalan-jalan dan permukiman.

Ironisnya, banjir besar ini terjadi di tengah Tunisia yang sedang menghadapi kekeringan selama tujuh tahun terakhir, sebuah kondisi yang diperburuk oleh perubahan iklim dan ditandai dengan penurunan drastis cadangan air di bendungan-bendungan di seluruh negeri.

Tunisia juga mengalami tekanan serius terkait ketersediaan air, terutama untuk sektor pertanian dan pasokan air minum. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah bahkan memberlakukan pembatasan distribusi air di sejumlah wilayah selama musim panas.

Di negara tetangga, Aljazair, hujan lebat dan banjir juga melanda beberapa daerah. Otoritas pertahanan sipil Aljazair melaporkan telah menemukan jasad seorang pria berusia sekitar 60 tahun yang meninggal akibat banjir di Provinsi Relizane, wilayah barat negara tersebut.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perbatasan Thailand-Kamboja Memanas, Warga Dievakuasi