MARKET DATA

Menaker Lapor DPR Soal Program Magang Nasional, Ini Hasilnya

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
21 January 2026 13:05
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberi keterangan pers  mengenai Program Magang Nasional 2025 di Lobi A, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Senin, (13/10/2025). (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)
Foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberi keterangan pers mengenai Program Magang Nasional 2025 di Lobi A, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Senin, (13/10/2025). (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengklaim Program Magang Nasional angkatan pertama berjalan lancar dan telah mencapai target kuota peserta, 100.000 pemagang. Pemerintah pun bersiap melakukan evaluasi menyeluruh saat program memasuki bulan ke-5 pelaksanaan.

"Alhamdulillah angkatan Pertama Magang, 100.000 orang, kita sudah fasilitasi, dan sekarang sedang berjalan," kata Yassierli dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu diperkuat, terutama dari sisi tata kelola program agar kualitas dan akuntabilitasnya tetap terjaga.

"Kami sadar, banyak hal yang terus dan perlu kami perkuat, terkait dengan tata kelola dan seterusnya, dan Insya Allah ini kami terus perbaiki, untuk memastikan kualitas dan akuntabilitas dari pelaksanaan program," ujarnya.

Yassierli menjelaskan, hasil monitoring dan evaluasi sementara menunjukkan program pemagangan nasional memberikan dampak yang cukup signifikan, khususnya untuk peningkatan keterampilan lulusan perguruan tinggi.

Rapat Kerja (Raker) Komisi IX DPR RI bersama Menteri Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Rapat Kerja (Raker) Komisi IX DPR RI bersama Menteri Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Rapat Kerja (Raker) Komisi IX DPR RI bersama Menteri Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

"Hasil monitoring dan evaluasi sementara kami, memang terlihat program pemagangan ini, cukup memberikan dampak yang signifikan, untuk peningkatan keterampilan lulusan perguruan tinggi," ucap dia.

Ke depan, Kemnaker berencana melakukan evaluasi komprehensif setelah program berjalan sekitar empat bulan, atau mendekati bulan kelima. Saat ini, evaluasi yang dilakukan masih bersifat kualitatif berdasarkan peninjauan selama pelaksanaan magang.

"Kami berencana, sesudah 4 bulan, atau mendekati bulannya ke 5, kita akan lakukan evaluasi secara komprehensif, saat ini baru evaluasi-evaluasi kualitatif, sesuai dengan peninjauan, sejalan dengan peninjauan-peninjauan yang kami lakukan, saat pelaksanaan dan magang," kata Yassierli.

Dalam laporannya, Yassierli juga membeberkan kuota Program Pemagangan Nasional yang telah terpenuhi, meski ada sebagian peserta yang mengundurkan diri karena sudah diterima kerja.

"Jadi total 100.000 kuota, dan Alhamdulillah itu tercapai, tapi sesudah kami juga memperhatikan beberapa peserta yang kemudian mengundurkan diri karena mereka sudah bekerja dan seterusnya," ujarnya.

Yassierli turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program, mulai dari Presiden hingga DPR RI, serta kementerian/lembaga dan perusahaan penyelenggara magang.

"Kami juga mengucapkan syukur, dan terima kasih kepada semua pihak, dari Pak Presiden, sampai kepada dukungan dari Komisi IX DPR RI, dari dukungan dari Kementerian Lembaga, dan perusahaan-perusahaan tempat magang," pungkasnya.

(wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Malam Ini! Batas Akhir Pendaftaran Calon Peserta Magang Fresh Graduate


Most Popular
Features