100.000 Peserta Magang Nasional Dapat Pelatihan Soft Skill, Apa Aja?

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 21/01/2026 12:45 WIB
Foto: Rapat Kerja (Raker) Komisi IX DPR RI bersama Menteri Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tak hanya menjalankan Program Pemagangan Nasional, tetapi juga membuka pelatihan soft skill, atau keterampilan non-teknis, secara massal dan online bagi para peserta magang.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, pelatihan soft skill ini disiapkan untuk memperkuat bekal peserta selama menjalani magang, sekaligus memastikan mereka tetap mendapatkan pembelajaran tambahan di luar pengalaman kerja di tempat magang masing-masing.

"Selain program magang di perusahaan, kami dari Kementerian Ketenagakerjaan juga melakukan pelatihan secara massal, secara online, dalam bentuk soft skill program kepada peserta magang. Sifatnya adalah opsional," kata Yassierli dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).


Ia menyampaikan, pelatihan soft skill ini ditawarkan kepada seluruh peserta magang yang jumlahnya mencapai 100.000 orang dan dikelola langsung oleh Kemnaker.

"Jadi kami tawarkan 100.000 peserta magang untuk mengikuti pelatihan soft skill yang langsung dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan," ujarnya.

Menurut Yassierli, program pelatihan soft skill ini penting untuk menjaga pemantauan terhadap para peserta magang, sekaligus memastikan mereka memperoleh pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

"Kami melihat ini penting, yang pertama untuk kami tetap memonitor mereka, dan kami juga ingin, selain mereka mendapatkan pembelajaran di tempat kerja masing-masing, tapi mereka juga mendapatkan pembelajaran langsung terkait dengan soft skill," tutur Yassierli.

Adapun materi soft skill yang disiapkan dalam program ini mencakup berbagai topik, mulai dari kemampuan berpikir kreatif hingga adaptasi terhadap perubahan digital.

"Seperti design thinking, emotional intelligence, self-efficacy, cross-cultural collaboration, digital disruption transformation, service orientation, dan social influence," katanya.

Ia menyebut materi tersebut telah dirancang untuk dipelajari selama enam bulan dan dapat diakses peserta melalui kanal media sosial.

"Ini adalah materi-materi yang sudah kami rancang untuk selama 6 bulan, yang mereka bisa ambil, mereka bisa ikuti, melalui kanal media sosial," pungkasnya.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Program Magang Serap 100 Ribu Fresh Graduate,Ini Target Menaker