Internasional

Tak Cuma Putin, Trump Juga Ajak Xi Jinping Masuk "PBB Baru" Urus Gaza

tfa, CNBC Indonesia
Rabu, 21/01/2026 13:15 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China mengkonfirmasi telah menerima undangan dari Amerika Serikat (AS) untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian yang diusulkan Presiden Donald Trump, sebuah badan internasional yang dirancang untuk mengawasi pemerintahan dan rekonstruksi Gaza pascaperang Israel-Hamas.

Namun, Beijing belum memastikan apakah akan berpartisipasi dalam dewan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan undangan itu telah diterima melalui jalur diplomatik, tetapi belum ada keputusan lebih lanjut.

"Kerja sama antara China dan AS menguntungkan kedua belah pihak, sementara konfrontasi merugikan keduanya," ujar Guo dalam pengarahan pers, Selasa (20/1/2026). Ia menambahkan, "Selama setahun terakhir, hubungan China-AS mengalami pasang surut, tetapi secara keseluruhan tetap stabil secara dinamis."


Gagasan pembentukan Dewan Perdamaian pertama kali dicetuskan Trump akhir tahun lalu, menyusul gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas. Dewan ini dirancang untuk mengkoordinasikan pendanaan, keamanan, serta kebijakan politik di Gaza, bekerja sama dengan pemerintahan teknokrat Palestina dalam masa transisi.

Menurut Washington, mandat dewan tersebut berpotensi diperluas untuk menangani konflik lain di berbagai belahan dunia. Gedung Putih juga disebut menawarkan keanggotaan selama tiga tahun, dengan opsi membayar US$1 miliar atau sekitar Rp16,9 triliun untuk memperoleh kursi tetap.

Undangan serupa juga dikirimkan kepada sejumlah pemimpin dunia lainnya. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima undangan melalui jalur diplomatik.

"Kami sedang mempelajari detail proposal tersebut. Kami berharap dapat melakukan kontak dengan pihak AS untuk mengklarifikasi semua nuansanya," kata Peskov.

Beberapa negara lain, termasuk Hongaria, Maroko, Vietnam, Kazakhstan, dan Argentina, dilaporkan telah menerima tawaran dari Washington. Namun, Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak undangan tersebut. Penolakan itu memicu respons keras dari Trump, yang mengancam akan mengenakan tarif hingga 200% terhadap anggur dan sampanye asal Prancis.

"Yah, tidak ada yang menginginkannya [Macron], karena dia akan segera lengser dari jabatannya," ujar Trump.


(tfa/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Ajak Putin Masuk "PBB Baru" Urus Perdamaian Gaza