MARKET DATA

Tim SAR Harapkan Ada Mukjizat pada Korban Pesawat ATR 42-500

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
20 January 2026 20:35
Sejumlah potongan puing yang diduga Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport ditemukan di puncak bulusaraung, Sabtu (17/1/2026). (Dok. Istimewa)
Foto: Sejumlah potongan puing yang diduga Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport ditemukan di puncak bulusaraung, Sabtu (17/1/2026). (Dok. Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) M. Syafii menegaskan, pihaknya masih terus berupaya mencari korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa waktu lalu, sembari tetap berharap ada korban yang bisa ditemukan dalam kondisi selamat.

"Saya sampaikan, kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat, ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup," kata Syafii saat ditemui usai Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Syafii mengatakan, harapan tersebut bukan tanpa alasan. Ia mencontohkan pernah ada kejadian pesawat jatuh dengan kondisi serupa, di mana badan pesawat terburai, namun korban masih bisa ditemukan hidup beberapa hari kemudian.

"Karena pernah itu ada kejadian, ada pesawat crash, kemudian kondisinya sama, terburai pesawatnya. Tapi ternyata ada yang kemungkinan terlempar, kemudian mati suri, beberapa hari ditemukan dalam kondisi hidup," ujarnya.

Ia memastikan tim SAR gabungan tetap melakukan pencarian korban secara maksimal. Selain itu, Basarnas juga mengumpulkan puing-puing pesawat untuk kebutuhan investigasi.

"Jadi kita akan berupaya untuk melaksanakan pencarian korban, sambil kita mengumpulkan puing-puing untuk nanti diserahkan kepada KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)," kata Syafii.

Sebelumnya, tim SAR gabungan menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Temuan ini membuat fokus operasi SAR kini diarahkan pada pencarian dan evakuasi korban dengan prioritas penyelamatan korban selamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan, serpihan yang ditemukan meliputi bagian badan pesawat, ekor, dan jendela. Temuan tersebut terdeteksi pada Minggu pagi sekitar pukul 08.02 WITA.

"Tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan yang diyakini sebagai badan pesawat, ekor, dan jendela. Setelah ini, pencarian kami fokuskan pada korban," ujar Arif dalam konferensi pers, dikutip dari Detikcom, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, tim rescue telah diturunkan melalui jalur udara untuk mempercepat pencarian di area yang sulit dijangkau.

"Yang kami utamakan adalah pencarian korban. Mudah-mudahan masih ada yang bisa dievakuasi dalam kondisi selamat," ujarnya menambahkan.

Operasi SAR dilakukan dengan pembagian satuan tugas darat dan udara. Total personel gabungan yang terlibat di lokasi mencapai sekitar 1.200 orang.

"Kami Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan membagi area pencarian ke dalam beberapa SRU dan titik penyapuan darat guna memastikan tidak ada korban yang terlewat," katanya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 7 Potongan Tubuh Ditemukan di Puing, Investigasi Ponpes Ambruk Dimulai


Most Popular
Features