MARKET DATA

Menperin Akhirnya Bongkar Alasan Pemerintah Bikin BUMN Tekstil

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
20 January 2026 18:50
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) dan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma’ruf Maulana. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Foto: Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) dan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma’ruf Maulana. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wacana pembentukan BUMN Tekstil mulai mengemuka sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat sektor tekstil nasional. Langkah ini diproyeksikan menjadi langkah bagi pengembangan industri dari hulu hingga hilir. Pemerintah ingin memastikan rantai pasok tekstil kembali solid di tengah tekanan global dan persaingan impor.

"Ya saya kira itu kan bagian dari pemerintah untuk, untuk apa namanya mengembangkan industri tekstil ya dari hulu sampai ke, dari hulu, intermediate sampai ke hilir," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Upaya ini bukan sekadar membangun badan usaha baru, tetapi juga dirancang untuk menghidupkan kembali denyut industri yang sempat melemah. Pemerintah menilai afirmasi negara dibutuhkan agar sektor tekstil tetap relevan dan kompetitif. Harapannya, struktur industri bisa kembali seimbang dari bahan baku hingga produk jadi.

"Ya itu kan upaya pemerintah untuk menghidupkan, memberikan sebuah afirmatif ya pada industri tekstil dari mulai hulu, intermediate sampai ke hilir," ujar Agus.

Dorongan kebangkitan sektor TPT juga dikaitkan dengan kesiapan pendanaan skala besar yang tengah disiapkan pemerintah. Dana ini diharapkan menjadi stimulus bagi sektor ini untuk bangkit. Fokusnya tidak hanya pada satu segmen, tetapi menyeluruh di sepanjang rantai nilai industri.

PT PANAMTEX, perusahaan textile di Pekalongan yang berdiri sejak tahun 1994 memproduksi sarung tenun. (Instagram @sarung.binsaleh)Foto: PT PANAMTEX, perusahaan textile di Pekalongan yang berdiri sejak tahun 1994 memproduksi sarung tenun. (Instagram @sarung.binsaleh)
PT PANAMTEX, perusahaan textile di Pekalongan yang berdiri sejak tahun 1994 memproduksi sarung tenun. (Instagram @sarung.binsaleh)

"Ya tentu pemerintah ya berdasarkan arahan dari Bapak Presiden menyiapkan dana sebesar Rp 100 triliun itu dengan harapkan, harapan bisa mengisi kekosongan-kekosongan di sektor TPT, ya dari mulai hulu, intermediate sampai ke hilir," sebut Agus.

Meski arah kebijakan mulai tergambar, peta jalan pengembangan industri tekstil nasional masih menunggu pembahasan lanjutan. Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar rencana ini tidak berhenti di tataran konsep. Pemerintah memastikan langkah berikutnya akan dirumuskan bersama lembaga pengelola dana.

"Nanti kita koordinasi dengan Danantara," sebut Agus.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menperin Bongkar Truk Bekas China Tak Berstandar Merajalela Masuk RI


Most Popular
Features