RI Punya 175 Kawasan Industri, Begini Kontribusinya ke Ekonomi Negara
Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan industri menjadi salah satu sektor pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah derasnya arus investasi baru, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa sektor ini menjadi magnet bagi industri padat modal hingga teknologi tinggi.
"Berdasarkan data hingga saat ini tercatat sebanyak 175 kawasan industri telah memiliki IUKI dengan total luas mencapai 98.235 hektare dan tingkat okupansinya 58,19%. Dalam 5 tahun terakhir, jumlah kawasan industri mengalami pertumbuhan yang cukup baik dengan penambahan 57 kawasan atau meningkat sebesar 48,3%," kata Agus dalam pelantikan dewan Pengurus Himpunan Kawasan Industri (HKI) di Kemenperin, Selasa (20/1/2026).
Pertumbuhan jumlah kawasan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan lahan industri yang siap pakai. Pemerintah menilai ekspansi tersebut menjadi fondasi penting bagi percepatan industrialisasi di berbagai daerah.
"Sebanyak hampir 12.000 tenan perusahaan industri berlokasi di kawasan industri dan mampu menyerap sekitar 2,4 juta tenaga kerja, serta berhasil menarik investasi sebesar Rp6.744 triliun," kata Agus.
Serapan tenaga kerja dalam skala besar ini menegaskan peran kawasan industri sebagai pencipta lapangan kerja strategis. Di saat yang sama, nilai investasi triliunan rupiah menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim industri dalam negeri.
"Secara makro, kawasan industri memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 9,44% pada triwulan ketiga 2025. Ini menunjukkan bahwa kawasan industri merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang besar kontribusinya, yaitu 0,67%. Capaian ini menegaskan sekali lagi peran strategis dari kawasan industri sebagai penggerak utama pembangunan industri dan perekonomian nasional," ujar Agus.
Foto: Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) dan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma’ruf Maulana. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) dan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma’ruf Maulana. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) |
Kontribusi ini membuat kawasan industri tidak lagi sekadar pusat produksi, tetapi juga penopang stabilitas ekonomi. Pemerintah menempatkan sektor ini sebagai tulang punggung agenda hilirisasi dan transformasi industri.
"Di tengah tantangan ekonomi global, peran dan daya saing kawasan industri menjadi kunci untuk menarik investasi industri yang berkualitas, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah sebagai regulator dan HKI sebagai representasi para pengelola kawasan industri menjadi hal yang sangat penting," sebut Agus.
Tekanan global mendorong perlunya kawasan industri yang kompetitif dan adaptif. Kolaborasi regulator dan pengelola kawasan dinilai krusial agar investasi yang masuk tidak hanya besar, tetapi juga berdaya saing jangka panjang.
"Sebenarnya kita sudah ekspansi semuanya, cuma ada benturan. Makanya kita mendesak supaya lahirnya RUU Kawasan Industri. Teman-teman rata-rata ekspansi semua hampir 70 persen kawasan industri ekspansi," kata Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana.
Dorongan ekspansi ini menandakan tingginya permintaan lahan industri dari investor baru, termasuk booming sektor semikonduktor, data center, dan hilirisasi. Namun, tumpang tindih regulasi dinilai menghambat kecepatan pengembangan kawasan di lapangan.
"Rata-rata hampir industri teman-teman kayak sekarang lagi booming kayak semikonduktor, data center, hilirisasi, itu lagi booming kita sekarang. Nah teman-teman rata-rata ekspansi. Cuman ada tumpang tindih aturan yang tidak bisa HKI ini lebih leluasa lebih cepat bergeraknya. Intinya itu," kata Ma'ruf.
(fys/wur)[Gambas:Video CNBC]
Foto: Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) dan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma’ruf Maulana. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)