Kementerian PU & Hutama Karya Sinergi Perkuat Akses Tarutung-Sibolga
Jakarta, CNBC Indonesia - Konektivitas Tarutung-Sibolga terus dijaga agar aktivitas warga kembali lancar. Untuk itu, penanganan pascabencana gencar dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) pada koridor jalan nasional Tarutung-Sibolga di Provinsi Sumatera Utara.
Seperti diketahui, pekerjaan yang dilakukan oleh Hutama Karya menyasar titik-titik kritis yang sempat mengganggu akses, termasuk area Batu Lubang pada penanganan titik putus STA 16+050. Koridor ini berada dalam penanganan darurat jasa rancang bangun jalan dan jembatan sepanjang 60,40 kilometer, dengan sebaran 103 titik penanganan.
Menanggapi hal itu, Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pemulihan konektivitas dilakukan sejak awal kejadian bencana melalui balai-balai teknis di seluruh provinsi. Ia menyampaikan BPJN dan BWS menjadi garda terdepan untuk memastikan akses transportasi dan konektivitas antarwilayah segera pulih.
"Kementerian PU memiliki balai teknis di seluruh provinsi di Indonesia. Sehingga ketika terjadi bencana, kami sudah bergerak lebih dulu. Hal ini juga berlaku di seluruh wilayah, tidak hanya di Sumatera, tetapi juga di tempat lain. Di setiap bencana, kita upayakan hadir secepat mungkin," ujar Dody dalam keterangan tertulis, dikutip Selsa (20/1/2026).
Lebih jauh, Kementerian PU bekerja keras dalam memulihkan bencana ini. Alhasil, penanganan pada titik rawan Batu Lubang dilanjutkan secara menyeluruh, dengan dua tujuan yang berjalan beriringan: akses sementara tetap dijaga, sementara rancangan permanen disiapkan sejak awal.
Pada titik putus STA 16+050, opsi penanganan permanen telah disusun melalui rencana realinyemen, sehingga risiko gangguan berulang dapat ditekan pada koridor yang selama ini menjadi tumpuan mobilitas warga.
Dalam rencana tersebut, jalur Batu Lubang diupayakan untuk tidak dilalui, sekaligus untuk menghindari potensi bottle neck yang dapat menghambat kelancaran arus kendaraan di segmen ini. Pada waktu yang sama, pembukaan dan pembersihan akses juga terus dilakukan pada Ruas 2 STA 16+800 dan STA 19+225, agar pergerakan warga tetap terjaga selama masa transisi pemulihan.
Di luar Batu Lubang, pekerjaan ini berada dalam lanskap penanganan yang lebih luas pada koridor Tarutung-Sibolga, dengan total 103 titik penanganan yang tersebar di sepanjang ruas. Titik-titik tersebut terdiri atas 76 lokasi longsor tebing, 22 lokasi jalan amblas, serta 5 lokasi jalan putus, sehingga pelaksanaan kemudian dibagi ke dalam dua zona agar pengawasan lapangan dan pengendalian mutu dapat dilakukan lebih fokus.
Zona 1 ditetapkan untuk menangani 42 titik penanganan, sedangkan Zona 2 menangani 61 titik penanganan, dengan penempatan sumber daya yang diarahkan pada titik-titik prioritas sesuai kebutuhan lapangan.
Di antara titik yang menjadi perhatian, pemulihan pada lokasi longsor di Desa Simaninggir difokuskan pada penanganan akses sepanjang kurang lebih 1 kilometer, agar keterhubungan menuju Sibolga dapat kembali terjaga secara bertahap.
Upaya di Simaninggir turut diperkuat melalui mobilisasi alat berat yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, yakni empat unit excavator, satu unit vibro, dan satu unit dozer. Penanganan dilakukan dengan pendekatan bertahap, karena kondisi lapangan masih dipengaruhi faktor cuaca dan karakter tanah yang dinamis.
Dari sisi lalu lintas, ruas ini sebelumnya melayani volume kendaraan yang tinggi. Berdasarkan data lalu lintas harian rata-rata (LHR), kendaraan yang melintas sebelum bencana tercatat sekitar 16.362 kendaraan. Angka ini menjadi salah satu pertimbangan dalam pemulihan akses, terutama untuk memastikan aspek keselamatan, kelancaran arus kendaraan, serta kesiapan segmen ketika kembali difungsikan secara lebih luas.
Seorang warga bernama Abdul (44) di sekitar lokasi penanganan menyampaikan pemulihan akses yang dilakukan sejak Hutama Karya hadir telah membantu mempercepat pergerakan warga.
"Saya pribadi sih alhamdulillah, banyak perkembangan dan banyak yang dibantu sejak HK datang. Akses jalan yang sebelumnya tertutup, sejak HK datang alhamdulillah orang bisa lewat. Kegiatan kehidupan sehari-hari sudah bisa normal lagi," ujarnya.
Dampak pemulihan pada titik-titik rawan seperti Batu Lubang tidak semata diukur dari terbukanya akses, melainkan dari kembalinya ritme keseharian warga yang bergantung pada kelancaran jalur utama. Ketika jalur kembali berfungsi, distribusi kebutuhan dasar menjadi lebih tertata, keterhubungan layanan publik berangsur membaik, dan pergerakan ekonomi lokal dapat berjalan lebih wajar karena waktu tempuh lebih terprediksi serta beban logistik dapat ditekan.
Secara terpisah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah menyatakan, Hutama Karya akan terus mendukung kolaborasi dengan Kementerian PU dalam pemulihan pascabencana, terutama pada titik-titik yang langsung berdampak pada mobilitas warga.
"Prioritas utama adalah memastikan akses kembali aman. Kerja bersama lintas pihak perlu dijaga agar pemulihan berjalan dengan tepat waktu agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat," tandas dia.
(dpu/dpu)[Gambas:Video CNBC]