Minibus Jemputan Sekolah Tabrakan dengan Truk, 13 Anak Tewas
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah minibus yang mengangkut pelajar dalam perjalanan pagi menuju sekolah di Provinsi Gauteng, Afrika Selatan, bertabrakan dengan truk pada Senin (19/1/2026). Insiden tersebut menewaskan setidaknya 13 anak, sebagian besar masih berusia sekolah dasar dan menengah.
Otoritas setempat menyatakan, berdasarkan laporan awal, 11 anak sekolah meninggal di lokasi kejadian, sementara dua lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit akibat luka berat yang diderita. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 waktu setempat di wilayah barat daya Johannesburg, saat minibus pribadi itu tengah mengantar siswa ke berbagai sekolah dasar dan menengah.
Menurut keterangan pihak berwenang, kendaraan tersebut merupakan minibus swasta yang setiap hari digunakan untuk mengangkut pelajar. Sejumlah saksi mata menyebut minibus yang membawa anak-anak itu sedang menyalip kendaraan yang berhenti sebelum akhirnya bertabrakan langsung dengan truk dari arah berlawanan.
Pihak kepolisian mengatakan penyebab kecelakaan masih diselidiki dan pengemudi truk akan dimintai keterangan sebagai bagian dari penyelidikan. Selain itu, pengemudi minibus sekolah juga tidak luput dari pemeriksaan.
Menteri Pendidikan Provinsi Gauteng, Matome Chiloane, mengatakan kepada wartawan bahwa pengemudi bus sekolah akan diselidiki atas dugaan mengemudi secara ugal-ugalan. Ia menegaskan penyelidikan menyeluruh diperlukan untuk memastikan tanggung jawab atas kecelakaan yang menelan korban anak-anak tersebut.
Dinas Layanan Darurat Gauteng melaporkan lima korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Sebokeng, sementara dua korban lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Kopanong untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan. Sopir minibus juga mengalami luka-luka dan termasuk di antara mereka yang dibawa ke rumah sakit.
Di lokasi kejadian, suasana duka menyelimuti area kecelakaan. Orang tua korban terlihat menangis histeris, sementara petugas darurat mengumpulkan buku-buku pelajaran dan alat tulis yang berserakan di jalan akibat benturan keras.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi tersebut. Ia mengatakan pemerintah nasional dan provinsi akan memastikan dukungan psikososial diberikan kepada keluarga korban serta sekolah-sekolah yang terdampak.
"Anak-anak kita adalah aset paling berharga bagi bangsa, dan kita harus melakukan segala yang kita bisa, mulai dari mematuhi aturan lalu lintas hingga memastikan kualitas penyedia layanan transportasi," kata Ramaphosa, dilansir The Associated Press.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar Afrika Selatan Siviwe Gwarube menyoroti persoalan keselamatan transportasi sekolah. Ia menyatakan bahwa banyak kecelakaan yang melibatkan angkutan pelajar disebabkan oleh kesalahan pengemudi. Gwarube juga menyerukan kepada Departemen Transportasi agar memastikan kendaraan yang dipercaya untuk mengangkut anak-anak sekolah benar-benar laik jalan.
(luc/luc)