Pasukan pemerintah Suriah memperketat penguasaan wilayah utara dan timur pada Senin (19/1) kemarin, setelah pasukan Kurdi menarik diri dari daerah-daerah yang sebelumnya mereka kuasai. Langkah ini memperkuat kekuasaan Presiden Ahmed al-Sharaa. (REUTERS/Khalil Ashawi)
Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi sepakat mundur dari dua provinsi mayoritas Arab pada Minggu, termasuk wilayah ladang minyak, usai berhari-hari bentrokan dengan pasukan pemerintah.(REUTERS/Khalil Ashawi)
Penarikan ini menjadi perubahan terbesar peta kekuasaan Suriah sejak Presiden Bashar al-Assad digulingkan pada 2024. Jurnalis Reuters melaporkan, pasukan pemerintah telah dikerahkan di Kota Raqqa dan sejumlah fasilitas minyak dan gas di Provinsi Deir al-Zor yang selama bertahun-tahun berada di bawah kendali SDF. (REUTERS/Khalil Ashawi)
Sumber keamanan menyebutkan Raqqa telah sepenuhnya dibersihkan dari pejuang SDF, meski beberapa penembak jitu sempat bertahan hingga Minggu malam. Sementara di Deir al-Zor, pasukan pemerintah terlihat mengamankan ladang minyak al-Omar dan ladang gas Conoco tanpa perlawanan. (REUTERS/Khalil Ashawi)
Turki menyambut baik kesepakatan antara Presiden Sharaa dan komandan SDF Mazloum Abdi, dengan harapan dapat membawa stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut. (REUTERS/Karam al-Masri)
Amerika Serikat juga terlibat dalam proses mediasi antara kedua pihak. Hingga Senin, tidak terlihat lagi kehadiran pasukan SDF di wilayah-wilayah strategis tersebut, sementara konvoi militer pemerintah terus bergerak memperkuat pengamanan. (REUTERS/Khalil Ashawi)