Harga Minyakita Meroket, Diam-Diam Sudah Tembus Rp 17.417 per Liter

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Senin, 19/01/2026 12:55 WIB
Foto: Temuan MinyaKita Melebihi HET, Mentan/Kepala Bapanas Amran Langsung Serahkan Barang Bukti untuk Penindakan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (23/12/2025). (Dok. Bapanas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga minyak goreng masih bergerak naik hingga pekan ketiga Januari 2026. Kenaikan terjadi pada berbagai jenis, mulai dari minyak goreng curah, premium, hingga kemasan sederhana Minyakita.

Tak hanya itu, BPS juga mencatat kenaikan harga Minyakita terjadi cukup luas. Bahkan, sebanyak 393 kabupaten/kota mengalami harga Minyakita yang meningkat pada periode tersebut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, secara mingguan jumlah daerah yang mencatat kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) minyak goreng bertambah dibanding pekan sebelumnya.


"Untuk minyak goreng, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harganya meningkat di minggu ketiga Januari 2026, yang sebelumnya ada 100 kabupaten/kota, di minggu ini ada 107 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH minyak goreng," kata Pudji dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (19/1/2026).

Foto: Temuan MinyaKita Melebihi HET, Mentan/Kepala Bapanas Amran Langsung Serahkan Barang Bukti untuk Penindakan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (23/12/2025). (Dok. Bapanas)
Temuan MinyaKita Melebihi HET, Mentan/Kepala Bapanas Amran Langsung Serahkan Barang Bukti untuk Penindakan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (23/12/2025). (Dok. Bapanas)

Pudji menegaskan, meskipun perubahan IPH minyak goreng terbilang rendah, level harga komoditas tersebut masih berada di posisi tinggi. Tren kenaikan juga masih berlanjut sampai pekan ketiga Januari 2026.

Secara rata-rata, BPS mencatat harga minyak goreng naik 0,18% menjadi Rp19.616 per liter hingga pekan ketiga Januari 2026. Angka ini lebih tinggi dibanding Desember 2025 yang berada di level Rp19.580 per liter. Kenaikan IPH minyak goreng juga terjadi di 29,72% wilayah di Indonesia.

Sementara itu, untuk minyak goreng kemasan sederhana Minyakita, BPS mencatat harga naik 0,05% menjadi Rp17.417 per liter dibanding bulan sebelumnya. Artinya, harga Minyakita masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp15.700 per liter.

Berdasarkan data SP2KP per 17 Januari 2026 dengan cakupan 491 amatan kabupaten/kota, BPS menemukan ada 393 kabupaten/kota dengan harga Minyakita melampaui HET.

"Ada 393 kabupaten/kota yang harga Minyakita-nya di atas HET, di mana 98 kabupaten/kota di antaranya berada di Pulau Jawa dan 295 kabupaten/kota lainnya berada di luar Pulau Jawa," sebutnya.

Meski begitu, masih ada daerah yang mencatat harga Minyakita sesuai ketentuan. BPS mencatat terdapat 98 kabupaten/kota dengan harga Minyakita yang berada di bawah atau sama dengan HET. Rinciannya, 20 kabupaten/kota berada di Pulau Jawa, sementara sisanya berada di luar Pulau Jawa.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

video: RI Alami Inflasi 2,92% (yoy) di Desember 2025