MARKET DATA

BI Catat Rapor Industri Pengolahan RI Tetap Ekspansif di Akhir 2025

haa,  CNBC Indonesia
19 January 2026 11:22
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia mencatat Kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan pada kuartal IV-2025 meningkat dan berada pada fase ekspansi (indeks >50%), tecermin dari PMI-BI triwulan IV 2025 sebesar 51,86%, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 51,66%.

Berdasarkan komponen pembentuknya, peningkatan PMI-BI didorong oleh ekspansi pada mayoritas komponen yaitu Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), PMI-BI pada sebagian besar Sub-LU juga berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, Industri Barang Galian Bukan Logam, serta Industri Makanan dan Minuman.

"Perkembangan tersebut sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang mengindikasikan kinerja kegiatan LU Industri Pengolahan tetap kuat dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 1,18%," papar Denny, dalam siaran pers, Senin (19/11/2026).

Pada triwulan I-2026, menurut Denny, kinerja LU Industri Pengolahan diprakirakan terus meningkat dan berada pada fase ekspansi, tecermin dari PMI-BI sebesar 53,17%. Ekspansi terutama didorong oleh Volume Total Pesanan, Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Kecepatan Penerimaan Barang Input.

"Mayoritas Sub-LU juga diprakirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, Industri Furnitur, Industri Logam Dasar, serta Industri Makanan dan Minuman," katanya.

Sementara itu, komponen jumlah tenaga kerja mencatatkan perbaikan pada triwulan IV-2025 sebesar 48,80% dibandingkan periode sebelumnya 48,70%. Perbaikan jumlah tenaga kerja diperkirakan membaik dan akan mencapai 49,85%.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Jangan Disepelekan! 3 Sektor Usaha Ini Bisa Bikin Ekonomi RI Terbang


Most Popular
Features