Konsumsi BBM Mobil Rocky Hybrid Terungkap, Hasilnya Tak Terduga

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Senin, 19/01/2026 12:05 WIB
Foto: Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mobil hybrid mendapat tempat di pasar otomotif nasional seiring naiknya kesadaran konsumen terhadap efisiensi bahan bakar. Salah satu mobil yang sudah masuk ke Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian di Jepang dengan metode Japan Cycle 08 mencatat konsumsi BBM sebesar 34,8 km/l.

"Hasil survei yang kami lakukan akhir tahun lalu menyebutkan, efisiensi bahan bakar yang tinggi menjadi alasan utama konsumen tertarik ke Rocky Hybrid. Dua alasan tertinggi lain adalah teknologi canggih dan fitur keselamatannya," ujar Direktur Marketing dan Direktur Corporate Planning & Communication Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Klaim efisiensi tersebut kemudian diuji dalam perjalanan jarak jauh. Dalam test drive Rocky Hybrid dengan rute Jakarta-Surabaya pulang pergi pada 14-15 Januari 2026 melalui jalur tol. Pada perjalanan Jakarta menuju Surabaya sejauh 791 kilometer, konsumsi BBM tercatat rata-rata 19,9 km per liter.


Sementara saat perjalanan kembali dari Surabaya ke Jakarta sejauh 795,2 kilometer, konsumsi BBM sedikit lebih baik di angka 20,3 km per liter. Angka ini didapat dengan variasi kecepatan dan kondisi jalan yang beragam, termasuk kemacetan di kawasan perkotaan.

Foto: Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Pengujian tersebut juga menunjukkan bahwa gaya berkendara sangat memengaruhi konsumsi bahan bakar. Saat kendaraan dipacu stabil di kisaran 70 hingga 100 km per jam, konsumsi BBM bisa mencapai 23,8 km per liter. Namun ketika kecepatan dinaikkan hingga 140 km per jam, konsumsi BBM turun signifikan ke kisaran 19,7 km per liter. Kecepatan tinggi membuat daya baterai lebih cepat terkuras sehingga mesin bensin lebih sering bekerja sebagai generator.

Kemacetan juga terbukti berpengaruh. Saat memasuki wilayah Surabaya dan terjebak lalu lintas padat, konsumsi BBM yang semula berada di angka 20,7 km per liter turun menjadi 19,9 km per liter. Meski demikian, sistem hybrid tetap membantu menjaga efisiensi karena motor listrik aktif pada kecepatan rendah.

Secara teknis, Rocky Hybrid mengusung sistem strong hybrid yang berbeda dengan hybrid konvensional. Mesin bensin tidak berfungsi sebagai penggerak roda, melainkan hanya sebagai generator. Mesin bensin 3-silinder 1.200 cc Atkinson cycle tersebut bertugas mengisi daya baterai, sementara roda digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik. Dengan konsep tersebut, karakter berkendara mobil ini lebih menyerupai mobil listrik, namun tanpa ketergantungan pada stasiun pengisian daya.

Motor listrik Rocky Hybrid menghasilkan tenaga 104,5 HP dengan torsi 170 Nm yang disuplai dari baterai lithium-ion bertegangan 177,6 volt berkapasitas 0,74 kWh. Meski kapasitas baterainya relatif kecil, sistem ini diklaim cukup untuk memberikan akselerasi instan sekaligus efisiensi tinggi, terutama pada kecepatan rendah hingga menengah.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island PIK 2 Diresmikan