PLN Percepat Pemulihan Listrik Aceh, 6.432 Desa Kembali Terang

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Minggu, 18/01/2026 19:55 WIB
Foto: Dok: PLN

Jakarta CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan kelistrikan di Provinsi Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda. Hingga saat ini, sebanyak 6.432 desa atau sekitar 98,9% desa di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, bahwa pemulihan kelistrikan Aceh dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, serta keselamatan masyarakat.

"Sejak sistem kelistrikan besar Aceh pulih, kami langsung memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga ke desa-desa. Alhamdulillah, hingga saat ini hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala," ujar Darmawan dikutip Minggu (18/1/2025).


Meski demikian, PLN mencatat masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04% yang belum teraliri listrik. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, meliputi Kabupaten Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

PLN memastikan proses pemulihan di wilayah-wilayah tersebut terus berjalan hingga seluruh desa kembali teraliri listrik secara normal.

"Desa-desa yang masih padam berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses jalan di sejumlah lokasi terputus, rusak parah, atau bahkan hilang akibat banjir dan longsor, sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu serta upaya ekstra. Namun, kami tidak menunggu. Kami terus bergerilya dan menyambung kembali listrik hingga titik terdalam Aceh," tegas Darmawan.

Selain itu, sembari upaya proses perbaikan jaringan listrik terus berjalan, 68 desa tersebut akan tetap mendapatkan pasokan energi listrik melalui dukungan Program 1.000 Genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Meskipun jaringan distribusi belum pulih total akibat kendala akses, kehadiran genset darurat di desa-desa tersebut menjadi solusi agar aktivitas masyarakat tidak terhenti.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra menegaskan, bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kondisi kerusakan infrastruktur jalan darat yang terputus total menuju lokasi-lokasi terisolir. Tercatat sebanyak 171 titik longsor yang menutup akses serta 14 jembatan rusak yang membuat mobilisasi alat berat dan material kelistrikan mengalami hambatan serius.

"Komitmen kami adalah pemulihan jaringan permanen secepat mungkin. Namun, keselamatan petugas dan kemampuan akses alat berat sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan. Kami terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Pemda terkait upaya pembukaan akses di lapangan. Sambil berjalan, kami memastikan warga di 68 desa tersebut tetap teraliri listrik melalui backup genset yang telah kami siagakan bersama Kementerian ESDM," ujar Eddi.

Eddi merinci bahwa konsentrasi tim saat ini berada di wilayah-wilayah yang masih terisolir. Di Aceh Tengah, terdapat 36 desa yang sedang diupayakan pemulihan jaringan permanennya, disusul Bener Meriah sebanyak 13 desa, serta beberapa desa di Gayo Lues dan Aceh Tamiang.

"Petugas kami di lapangan terus bersiaga di titik terdekat dengan lokasi longsor. Begitu akses memungkinkan untuk dilewati, tim teknis kami akan langsung masuk untuk melakukan perbaikan tiang dan kabel yang roboh akibat bencana," jelas Eddi.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, yang mengawal langsung jalannya pemulihan di wilayahnya mengapresiasi kerja keras petugas PLN di lapangan. Dia juga menyampaikan bahwa kehadiran backup suplai listrik melalui program genset sangat membantu masyarakat di tengah kondisi sulit ini.

"Kami melihat perjuangan luar biasa dari petugas PLN yang harus menerjang titik-titik longsor demi bisa masuk membawa material. Kami juga sangat terbantu dengan adanya backup 1.000 genset Kementerian ESDM, sehingga desa-desa kami tetap terang sementara perbaikan jaringan permanen terus diupayakan," ungkap Haili.

Sebelumnya, pada pertengahan Desember 2025, sistem kelistrikan utama Aceh berhasil dipulihkan, ditandai dengan beroperasinya kembali seluruh gardu induk yang didukung pembangkit dan jaringan transmisi secara normal. Pemulihan sistem utama tersebut menjadi fondasi penting bagi percepatan penyaluran listrik ke seluruh masyarakat Aceh. 


(bul/bul)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pemerintah Bicara Kendala Perbaikan Kelistrikan di Aceh